Tendik PAUD Darussalam Dipecat

oleh -2 views
bankntb

Hadijah: Hanya Kekeliruan Papan Struktur

Sumbawa Besar, SR (13/10)

amdal

Sabariah mengaku sangat terpukul. Tanpa alasan yang jelas, Ia dipecat secara sepihak sebagai tenaga pendidik (Tendik) oleh pengelola PAUD Darussalam Kelurahan Brang Biji. Padahal ibu rumah tangga yang tinggal di Gang Tambora III ini mengaku sudah mengabdi selama tiga tahun dan sangat andil bagi kemajuan PAUD yang berlokasi di lingkungan Masjid Darussalam tersebut. “Saya telah didzolimi,” ujarnya saat ditemui, Minggu (12/10) sore.

Sabariah mengaku tak mempermasalahkan tidak lagi menjadi Tendik di PAUD tersebut asalkan alasan pemberhentian atas dirinya jelas dan berdasarkan aturan. Namun tanpa ada persoalan, dia disingkirkan. “Cara yang semena-mena ini yang membuat saya keberatan,” tukasnya.

Pemberhentian ini diketahui ketika namanya tidak tertera pada papan struktur PAUD setempat yang baru saja dibuat. Dalam papan struktur tersebut hanya ada empat nama, yakni pengelola dan tiga tendik selain dirinya. Saat masalah ini dikonfirmasi, dengan entengnya pengelola PAUD, Hadijah, berdalih lupa menulisnya. Alasan itu tidak dapat diterimanya, sebab selama ini dia tetap mengajar dan mendapat tugas dari sekolah, bahkan mengantongi SK sebagai Tendik. Dan sejak mengabdi di PAUD ini, Sabariah mengaku tidak pernah mempersoalkan honor yang diterima, karena tujuannya hanya ingin berkonstribusi dalam memajukan dunia pendidikan khususnya bagi anak-anak usia dini.

Disinggung adanya kemungkinan ditarik kembali sebagai Tendik di PAUD Darussalam, Sabariah dengan tegas menolaknya, karena persoalan itu sudah menyangkut harga diri. “Masalah ini sudah saya laporkan kepada ketua yayasan dan pihak Dinas Diknas, agar tidak ada lagi yang menjadi korban semena-semena. Biar masalah ini menjadi contoh untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” ucapnya.

Baca Juga  Dr Abdul Muhyi Dilantik Jadi Rektor UNW Mataram

Sementara Pengelola PAUD Darussalam, Hadijah A yang dikonfrontir membantah adanya pemecatan terhadap tenaga pendidik atas nama Sabariah. Persoalan tidak adanya nama Sabariah di papan struktur, tidak disengaja dan hanya kekeliruan. Berawal dari adanya persiapan lomba gugus tingkat nasional yang diwakili TK Pembina selaku TK Inti. Sedangkan PAUD Darussalam merupakan sekolah imbas yang juga ikut dinilai tim dari pusat. Karena itu pihaknya berbenah dengan membuat papan data seperti struktur sekolah, visi-misi dan lainnya. Isi dari papan data ini dikonsep dari sekolah kemudian pembuatannya dilakukan pihak luar. Setelah papan struktur itu sudah jadi, Hadijah mengaku sempat kaget karena salah satu tendik yang kebetulan Sabariah, tidak tercantum di dalam papan struktur tersebut. Ia sempat berpikir apakah kesalahan itu dari konsep atau memang kekeliruan dari si pembuatnya. “Saya pun menunda memasang papan struktur yang berisi nama-nama tendik ini dan menyimpannya sambil mencari waktu untuk menjelaskan kepada Ibu Sabariah,” kata Hadijah Sobar—akrab Ia disapa.

Karena beberapa hari libur sekolah dan dirinya direpotkan dengan rapat persiapan lomba, sehingga masih belum ada kesempatan untuk menjelaskan kepada Sabariah. Namun tanpa diduga Sabariah mengetahui namanya tidak tertera setelah secara tak sengaja menemukan papan struktur tersebut. Sabariah langsung mengajukan protes, dengan nada emosi menyatakan menarik diri dari PAUD. “Bu Sabariah tetap ingin keluar dari PAUD, tanpa mau menerima penjelasan dari saya,” aku Hadijah.

Baca Juga  Siswa SD Pelaku Pencabulan Tidak Bisa Dipidana

Sebenarnya masalah itu bisa diselesaikan secara internal karena hanya kekeliruan kecil. Papan struktur yang tidak mencantumkan nama Sabariah, menurut Hadijah, dapat diperbaiki kembali. Sebab disadari, keberadaan Sabariah di PAUD tersebut sangat membantu. Karena itulah dalam pemberian tugas, jadwal dan lainnya termasuk pakaian seragam, tetap tercantum nama Sabariah. Tak hanya itu SK Tendik tetap diperpanjang setiap tahun. Namun Sabariah tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan solusi. “Jadi tidak ada pemecatan, Ibu Sabariah yang ingin keluar sendiri, tanpa mau menerima penjelasan,” tandasnya seraya mengatakan, Ia tidak ingin masalah internal meluas sehingga melibatkan pihak lain yang tidak ada sangkut paut dengan PAUD ini. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda