Sikap Ketua Fraksi Golkar Disesalkan Anggota

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/10)

H Nurdin Majuni SH, Politisi Golkar
H Nurdin Majuni SH, Politisi Golkar

Langkah walk out yang dilakukan Fraksi Demokrat dipuji anggota Fraksi Golkar Nurdin Marjuni SH yang juga ikut keluar mengikuti jejak koleganya tersebut. Menurut Haji Nurdin—akrab politisi Golkar dari Dapil I Sumbawa ini, sikap Demokrat seharusnya diikuti sejumlah fraksi lainnya terutama Fraksi Golkar karena Golkar lah yang pertamakali menginterupsi atau mempermasalahkan ketidakhadiran Bupati Sumbawa pada rapat paripurna penetapan tatatertib. “Ini yang saya sesalkan kenapa Golkar tidak walk out,” kata Haji Nurdin.

Dalam kondisi itu, Ketua Fraksi Golkar yang juga ketua Pansus (Ahmadul Kusasih SH), dinilai Haji Nurdin, tidak konsisten justru terbawa arus dan mentolerir ketidakhadiran Bupati bersama fraksi lainnya. “Ketua Fraksi kami yang memunculkan permasalahan, lalu justru tidak konsisten dengan sikap awalnya,” tukasnya.

Ketika ditanya tindakannya yang juga ikut keluar ruangan mengikuti jejak Fraksi Demokrat, Haji Nurdin menyatakan bukan sikap walk-out, hanya kekecewaan. “Tidak ada perintah walk-out dari pimpinan fraksi, jadi saya keluar hanya kecewa saja,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, kehadiran Asisten I mewakili Bupati pada sidang paripurna adalah sejarah dan pertamakalinya terjadi. Selama ini ketika bupati berhalangan, Wakil Bupati selalu hadir, minimal Sekda. Terlebih lagi sudah beberapa kali sidang paripurna di dewan, bupati tidak pernah hadir. “Ini harus menjadi catatan dan tidak boleh dibiarkan terus terjadi, karena semangat kemitraan lembaga DPRD ini harus tetap terjaga dan jangan sampai ternoda oleh sikap eksekutif yang terkesan melecehkan legislative,” sarannya.

Baca Juga  Tak Tercatat di DPT Tak Berhak Memilih, KTP Tak Berlaku

Ia menyadari bahwa di dalam tatib DPRD yang mengharuskan Bupati hadir dalam rapat paripurna, tapi ketika bupati tidak hadir maka akan mendapatkan cemoohan.

Ahmadul Kusasih SH, Ketua Fraksi Golkar
Ahmadul Kusasih SH, Ketua Fraksi Golkar

Sementara Ketua Fraksi Golkar, Ahmadul Kusasih SH yang ditemui terpisah menegaskan, tidak ada anggota Fraksi Golkar yang menolak kehadiran Asisten I, apalagi melakukan walk-out tanpa ada perintah dari fraksi. Ia mengakui jika orang yang pertama mempersoalkan ketidakhadiran bupati. Namun setelah mendapat klarifikasi dari Asisten bahwa Bupati tugas dinas keluar daerah dan Wabup sakit, semua fraksi memakluminya dan tidak mempermasalahkannya, kecuali Demokrat yang mengambil sikap walk-out. “Saya interupsi itu hanya ingin tahu adanya penjelasan dari pimpinan DPRD tentang ketidakhadiran bupati dan wakil bupati,” ujarnya.

Secara aturan juga lanjut Ahmadul, tidak ada yang mengatur harus Bupati atau wakil bupati yang mewakili eksekutif. Sebab dalam Tatib yang hadir adalah eksekutif yang memberikan memberikan pengertian luas, bahwa eksekutif mulai dari Bupati hingga jajarannya di tingkat bawah seperti kepala dinas. Namun demikian dia berharap pada rapat paripurna mendatang, Bupati atau wakil bupati dapat hadir. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda