Polisi Mulai Tangani Kasus “SAMAWA”

oleh -1 views
iIustrasi
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/10)

Drs H Arasy Muhkan, Wabup Sumbawa
Drs H Arasy Muhkan, Wabup Sumbawa

Pemda Sumbawa resmi mengambil langkah hukum terhadap adanya status facebook yang menghina Sumbawa. Hal ini setelah Pemda melayangkan pengaduan polisi bernomor 260/Humaspro/2014 yang ditandatangani Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan, Kamis (9/10). Dalam laporan ini disebutkan bahwa status facebook milik akun bernama “Ade Funchal Madrilista” ini telah melecehkan dan menghina daerah Kabupaten Sumbawa (Samawa). Selain itu disebutkan juga ketentuan hukum yang bakal menjerat oknum facebooker tersebut yakni ketentuan pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Ancamannya maksimal 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 1 milyar.

Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Rachman Ansori MSE membenarkan upaya hukum telah dilakukan Pemda Sumbawa. “Status yang dibuat oknum facebooker itu tidak etis dan merendahkan harga diri Tau dan Tana Samawa, serta merusak citra Sumbawa di mata pembacanya,” tukas Ansori—akrab pejabat ramah ini disapa. Karenanya untuk menghindari dampak negative dari status akun facebook tersebut, Ia mengharapkan pihak kepolisian Polres Sumbawa dapat menindaklanjuti dan mengusutnya secara tuntas.

Sementara itu Kapolres Sumbawa melalui Kasubag Humas Polres Sumbawa, IPTU Waluyo mengatakan surat pengaduan dari Pemda Sumbawa ini akan dipelajari untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga  Sengketa Lahan, Warga Vs TNI
IPDA Waluyo, Kasubag Humas Polres Sumbawa
IPDA Waluyo, Kasubag Humas Polres Sumbawa

Seperti diberitakan, seorang facebooker bernama Ade Funchal Madrilista yang mengaku tengah kuliah di Yogyakarta, memposting status yang menghina serta merendahkan harkat dan martabat Tau dan Tana Samawa. Status itu diposting melalui Group “I Love SAMAWA” yang beranggotakan 7.030 akun. Masing-masing huruf dari kata “SAMAWA” diartikan dengan sebutan nama-nama binatang. Postingan itu sudah dikomentari banyak facebooker lainnya yang sebagian besar mengecam, sebagian lainnya mengingatkan kalau postingan itu melanggar etika dan sangat tidak pantas. Ironisnya lagi, sang pemilik akun dengan entengnya menjawab postingan itu sengaja disiarkan untuk mencari sensasi. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda