Kapolres Berjalan di Atas Bara Api

oleh -23 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/10)

kapolres Jalan api (1)Berjalan di atas bara api yang membara, itulah yang dilakukan Kapolres Sumbawa beserta istri dan jajarannya, kemarin. Meski tanpa alas kaki, namun tak terbakar. Aksi ini disaksikan langsung Kapolda NTB, Brigjen Pol Srijono yang berkunjung ke Kabupaten Sumbawa belum lama ini. Sebelumnya anggota Polres Sumbawa terlihat ragu masuk dalam bara api. Akhirnya Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM yang diikuti istrinya, Ny Anna Karsiman, mengawali aksi tersebut. Ternyata berjalan tanpa alas kaki itu tak membuat telapak kaki orang nomor satu di jajaran Polres Sumbawa tersebut terbakar. Melihat hal itu, sejumlah perwira pun melakukannya termasuk para anggota lainnya. Tidak semua semujur Kapolres dan istrinya, ada beberapa anggota yang telapak kakinya terbakar dan kembung berisi cairan.

Ditemui usai beraksi, Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman mengatakan aksi berjalan di atas api merupakan bagian dari wisata rohani yang digagas Kapolda NTB yang baru. “Aksi ini sebagai bentuk keyakinan ketika kita bersih apapun yang menerpa kita tidak akan mempan,” kata Kapolres.

Wisata ini ingin mengajak manusia khususnya anggota Polres Sumbawa untuk kembali kepada fitrahnya. Untuk mencapai hal ini tentu tidak lagi melakukan hal-hal yang menyimpang melainkan kembali ke ajaran yang benar sesuai keyakinan dan agamanya, termasuk aturan dan ketentuan yang digariskan organisasi.

Baca Juga  Polisi Hentikan Penyelidikan Proyek Kolam Renang PDAM Sumbawa

Melalui wisata rohani yang dipandu langsung Kapolda NTB ungkap Kapolres, menyadarkan seseorang untuk selalu rendah hati, berempati kepada sesama dan mengenang jasa kedua orang tua. “Yang disentuh dalam wisata rohani ini adalah perasaan dan hati. Kita diajarkan untuk menghargai sesame, tidak lagi egois, kaku dan kasar,” ucapnya.

Selama ini diakui Kapolres, dalam melaksanakan tugas, polisi cenderung bertindak represif. Dengan wisata rohani ini diharapkan anggota dalam melaksanakan tugasnya lebih mengedepankan pendekatan, tidak hanya menghimbau namun langsung berbuat dan memberi contoh. Artinya lebih banyak mencegah daripada menyelesaikan masalah.

Mengingat kegiatan itu sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anggota dan masyarakat, Kapolres menyatakan telah menyiapkan beberapa trainer yang telah dilatih Polda untuk selanjutnya diterapkan di kalangan sekolah, dan masyarakat umum.

Sebelumnya Kapolda NTB Brigjen Pol Srijono mengatakan, sebelum pendekatan ke masyarakat, pendekatan kepada anggota harus diutamakan sehingga adanya perubahan prilaku ke arah yang lebih baik. Selanjutnya anggota diarahkan untuk turun ke masyarakat melakukan sentuhan-sentuhan yang membuat mereka ikut menjaga kondusifitas dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan keamanan. “Untuk melatih anggota, kami menurunkan tim khusus,” ujarnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda