Bom Ikan Meledak di Belakang Sekolah

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/10)

bom ikan ledak (1)Hingga kini jajaran Polair Polres Sumbawa masih menyelidiki kasus ledakan bom ikan di tengah kebun wilayah Bugis Medang, Pulau Medang, Kecamatan Badas, beberapa waktu lalu. Dalam penyelidikan tersebut polisi menemukan sejumlah barang bukti sekarung pupuk ammonium nitrat, dan bom ikan yang dikemas dalam jirigen. Dengan adanya penyelidikan ini, perairan Pulau Medang untuk sementara ini aman dari pengeboman ikan.

amdal

Kasat Polair Polres Sumbawa, IPTU Wahiduddin yang dikonfirmasi kemarin, mengatakan, ledakan bom ikan di sebuah kebun belakang sekolah madrasah Pulau Medang ini terjadi ketika jajaran Polairud menggelar penyuluhan kepada masyarakat di dua desa setempat, Bugis Medang dan Bajo Medang. Ledakan ini terdengar sangat keras sehingga menimbulkan getaran hebat hingga kaca jendela madrasah yang berjarak sekitar 50 meter hancur berantakan. Getaran bagaikan gempa juga terasa di lokasi penyuluhan yang berjarak sekitar 300 meter. Polisi pun langsung bergegas ke arah ledakan. Rupanya bom ikan yang sengaja disembunyikan di dalam tanah meledak. Ledakan ini menyebabkan tanah di TKP berlubang dengan diameter 100 centimeter. Tidak jauh dari lubang itu, pihaknya menemukan beberapa barang bukti lainnya yang menyembul dari dalam tanah. Adalah sekarung pupuk ammonium nitrat seberat 25 kilogram, 5 buah bom ikan yang dikemas dalam jirigen berukuran 1 liter, dan 1 jirigen ukuran 5 liter. “Bom ikan ini siap pakai,” kata IPTU Wahid—akrab Kasat ini disapa.

Baca Juga  Sumbawa Bebas Jaringan ISIS

Saat itu Ia memperkirakan masih banyak bom ikan yang ditanam. Untuk mengungkap hal itu, polisi berencana akan menggelar operasi di malam hari. Namun perhitungan tersebut meleset, karena setelah hal itu dilakukan, ternyata warga lebih cepat. Polisi hanya menemukan lubang-lubang tanah yang sudah digali. Diduga bom ikan dan bahan pembuatnya yang sebelum ditanam sudah dievakuasi dan diperkirakan dibuang ke laut.

Untuk diketahui, ungkap IPTU Wahid, penyuluhan yang dilakukan jajarannya menindaklanjuti keresahan warga di Bugis Medang terkait maraknya aksi pengeboman ikan yang dilakukan sekelompok warga di desa tetangga. Untuk mengantisipasinya, tim yang dipimpinnya terjun ke lokasi melakukan patroli laut serta menggiatkan penyuluhan.

Sebelumnya, Kepala Desa Bugis Medang, Supardi dan Sekdesnya, Abdul Razak menemui Kapolres Sumbawa karena sudah kewalahan menghalau aksi pengeboman ikan yang diduga dilakukan sekelompok warga desa tetangga di wilayah perairan Pulau Medang. Selain berharap Kapolres menerjunkan pasukannya untuk menghentikan aksi meresahkan itu, juga untuk menghindari adanya konflik antar desa. Aksi pengeboman ikan ini sudah berlangsung lama dan masih terus terjadi. Aksi ini sangat ditentang warganya, selain sudah ada Perdes yang mengatur tentang larangan pengeboman, potassium dan penggunaan kompresor, berbagai upaya lainnya sudah dilakukan. Sebab warga Bugis Medang sangat menyadari bahwa mereka hidup dari laut dan potensi yang terkandung harus terjaga dalam menjamin kelangsungan hidupnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda