SDM Bidan Rendah Picu Meningkatnya AKI

oleh -11 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/10)

Hj Nur Atikah S.ST, Kasi Kesehatan Ibu Dikes Sumbawa
Hj Nur Atikah S.ST, Kasi Kesehatan Ibu Dikes Sumbawa

Rendahnya sumber daya manusia (SDM) baik kompetensi maupun pengetahuan umum yang dimiliki petugas kesehatan terutama bidan desa, menjadi salah satu factor pemicu meningkatnya angka kematian ibu dan anak (AKIA). Sebab SDM yang belum memadai mengakibatkan rendahnya kualitas pelayanan. Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi S.Si M.Si, A.Pt yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Ibu, Hj Nur Atika S.ST saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/10).

amdal

Jun—akrab pejabat ramah ini disapa, menyebutkan, Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sumbawa Tahun 2013 lalu mencapai 15 orang, dan pada Tahun 2014 hingga September, tercatat sudah 10 orang.

Menurut Jun, kematian ibu merupakan hasil interaksi berbagai aspek baik aspek klinis, system pelayanan kesehatan, maupun faktor-faktor non kesehatan yang mempengaruhi pelayanan klinis dan terselenggaranya system pelayanan kesehatan secara optimal.

Faktor tersebut ada dua yaitu langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung yaitu factor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti pendarahan, pre eklamsia, infeksi, persalinan macet dan abortus.

Sedangkan penyebab tak langsung adalah “Empat Terlalu” (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran) dan “Tiga Terlambat” yakni terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan). Faktor lainnya, ibu hamil yang menderita penyakit menular misalnya, malaria, HIV/AIDS, tuberculosis, sifilis, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus, jantung, malaria, asma, dan kurang energy kronik (KEK).

Baca Juga  Jembatan Dirobohkan Tanpa Jalan Alternatif, Tiga Dusun Terisolir

Untuk menekan angka kematian ibu ini lanjut Jun, selain mengintensifkan penyuluhan dalam membangkitkan kesadaran masyarakat, juga meningkatkan SDM petugas kesehatan. Di antaranya melakukan seleksi bidan desa secara ketat dengan memperhatikan kualitas kompetensi tekhnis kebidanan. Selain itu bidan desa yang bertugas di puskesmas atau puskesdes akan diikutkan dalam kegiatan OJT (On The Job Training) yakni bekerja sambil belajar, di samping ada program khusus yaitu pelatihan Asuhan Persalinan Normal. “Ini kami lakukan untuk menghasilkan petugas kesehatan yang berkualitas sehingga pelayanan semakin meningkat,” demikian Jun. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda