Hari ini PPS Diketok

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/09)

Nasib Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) akan ditentukan hari ini, Senin (29/9). Jika keputusan DPR RI menetapkan RUU PPS menjadi UU, sudah pasti PPS terbentuk dan masyarakat Pulau Sumbawa (PPS) akan menyambutnya dengan sukacita. Jika sebaliknya, akan menuai kekecewaan dan mengibaratkan PPS lebih indah kabar daripada rupa. Di penghujung putusan DPR RI yang akan menggelar rapat paripurna terakhirnya belum ada bocoran informasi apakah hasilnya menyejukkan hati atau menyesakkan dada.

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin SH M.Si yang dikonfirmasi Sabtu (27/9), mengaku masih dalam posisi menunggu dan sejauh ini belum meng-update data terkini soal PPS. Amin—akrab pejabat asal Sumbawa ini disapa, beralasan bahwa soal PPS tidak sudah lagi menjadi kewenangan propinsi. Namun pihaknya tetap menempatkan perwakilan Pemprov di sana untuk memonitor hasilnya termasuk memperoleh informasi terbaru.

Meski demikian, Ia optimis PPS akan terbentuk karena dari kajian tekhnis dan administrasi termasuk analisis keuangan, maupun potensi daerah yang mencakup fiscal, ekonomi, sosial dan lainnya, sudah memenuhi syarat. “Pemprov sangat memberikan dukungan bagi pembentukan PPS,” cetusnya.

Ditanya kemungkinan terburuk PPS tidak akan terbentuk tahun ini, Amin menyatakan perjuangan tidak pernah berhenti. “Kita berjalan normal seperti sekarang ini, dengan terus berjuang,” katanya.

Perjuangan tidak harus dari nol, karena berkas atau kelengkapan administrasi termasuk hasil pengkajian pemerintah pusat tidak akan hilang dan tetap tersimpan. “Kalau memang PPS gagal tahun ini, kita tidak harus berjuang dari awal, masih tetap dalam agenda. Sebab pergantian anggota DPR tidak harus mengganti kebijakan. Ini system yang berjalan dan akan dibahas lagi oleh anggota DPR yang baru,” ujarnya.

Baca Juga  Fahri Hamzah: Pulau Sumbawa Tetap Kita Perjuangkan Jadi Propinsi

Sementara itu Anggota DPRD NTB, Johan Rosihan ST mengatakan informasi terakhir, dari tiga propinsi yang diajukan hanya PPS yang paling lengkap, dua lainnya masih bermasalah. “PPS tinggal ketuk palu saja,” ucap politisi PKS ini.

Secara politis, ungkap Johan, perwakilan PPS di Senayan sudah membangun lobi-lobi dengan sejumlah fraksi dan dianggap sudah beres, serta berharap PPS adalah kado terakhir anggota DPR RI periode 2009-2014. “Sekarang kita tinggal menunggu, ketika PPS diketok kita akan ramai-ramai ke Senayan,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda