Tangkal Paham Radikal, Polisi Bentuk Forum Ustadz

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/09)

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lagi menjadi daerah yang aman dari teroris. Beberapa terduga teroris dibekuk, sebagian di antaranya ditembak mati. Seperti yang belum lama ini terjadi di Bima dan Dompu. Tak hanya itu beberapa anggota polisi tewas tertembak, diduga kuat pelakunya adalah terduga teroris. Dengan semakin dekatnya keberadaan teroris ini, tidak menutup kemungkinan Sumbawa menjadi daerah berikutnya baik sebagai transit maupun tempat persembunyian para pelaku yang dinilai meresahkan tersebut.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang ditemui di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin saat hendak bertolak ke Mataram, Rabu (24/9), mengatakan, sampai saat ini wilayah hukumnya masih aman dan kondusif. Indikasi keberadaan kelompok garis keras maupun paham radikal masih terbilang belum ada. Terus munculnya aksi terorisme menurut AKBP Karsiman—akrab Ia disapa, karena mudahnya masuk paham radikal ini. “Para pelaku terorisme ini ingin terus eksis, dan menjadikan masyarakat sebagai sasaran penyebaran paham radikal tersebut,” ungkap perwira dengan dua melati di pundak ini.

Untuk mengatasinya, tentu ada gerakan dalam menguatkan atau meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap paham tersebut. Karenanya Polres Sumbawa tengah menginisiasi membentuk Forum Ustadz dari tingkat kabupaten, hingga kecamatan dan desa. “Ini yang sedang kita rumuskan seperti apa bentuknya. Tapi yang jelas minimal ada tiga ustadz di masing-masing desa,” katanya.

Baca Juga  Pemda Sumbawa Masih Hadapi 5 Gugatan Perdata

Setiap desa akan didampingi mentor dari kabupaten agar dakwah atau ceramahnya sebagian besar diarahkan untuk mencegah penyebaran paham radikal. “Saya kira ini cara yang kami anggap efektif dalam menangkal paham-paham yang berpotensi munculnya aksi terorisme,” tukasnya.

Keberadaan Forum Ustadz ini sambung Kapolres, akan dibarengi dengan intensifkan razia dan penjagaan di tempat-tempat rawan yang dilakukan jajarannya, di samping aktifnya Babinkamtibmas terjun ke masyarakat mengajak agar secara bersama menjaga keamanan dan ketertiban. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda