Pelaku Pembunuhan Batu Bangka Mulai Teridentifikasi

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/09)

AKBP Karsiman SIK MM
AKBP Karsiman SIK MM

Jajaran Polres Sumbawa telah memiliki bayangan orang-orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Wahidin alias Jitu (47) warga Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir. “Penyelidikan ini sudah mengarah pada pelaku. Kita sudah bisa melokalisir orang-orang yang diduga terlibat,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi, Rabu (24/9).

Namun sejauh ini pihaknya belum mengambil langkah untuk menetapkannya sebagai tersangka, karena masih membutuhkan kesaksian dan keterangan yang cukup. “Ketika hasil penyelidikan sudah memenuhi unsur minimal memiliki dua alat bukti yang cukup, kami akan bertindak agar tidak salah langkah,” tandasnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim, AKP Erwan Yudha Perkasa SH, bahwa sejauh ini sudah 15 orang saksi yang dimintai keterangan. Selain itu pihaknya sudah melakukan Anev (analisis dan evaluasi dalam menentukan langkah selanjutnya. Memang diakuinya, hasil penyelidikan ini sudah ada yang mengarah namun masih perlukan pembuktian lebih mendalam. “Kami harus pastikan semuanya agar dalam bertindak tidak menemui persoalan,” ujarnya.

Di bagian lain Erwan—akrab perwira muda ini disapa, mengaku tengah menyelidiki kasus dugaan pencurian ternak yang menjadi ikhwal dari terbunuhnya korban Wahidin. Dalam menangani kasus ini, pihaknya telah mengamankan dua orang yakni Usup—diduga rekan korban dan Majid—pembeli ternak yang diduga hasil pencurian.

Dalam keterangannya, Majid mengaku selama ini selalu berhubungan dengan korban jika ada ternak yang hendak diperjual-belikan. Tegasnya, Majid hanya sebatas menerima kuda dari korban. Saat itu dia mendapat informasi dari korban bahwa ada kuda yang akan dijual. Karena itu Majid menghubungi Usup memintanya mengangkut ternak tersebut.

Baca Juga  Resmi Diluncurkan, Gubernur Apresiasi Lomba Kampanye Sehat

Hal ini dibenarkan Usup sebagaimana diungkapkan Kasat Reskrim. Usup mengaku diminta untuk mengangkut empat ekor ternak oleh Majid dan tidak mengetahui apakah ternak itu hasil pencurian atau tidak. Hanya di lokasi dia bertemu dengan korban. Untuk diketahui, korban tewas setelah dibantai massa di rumah tetangganya, Sabtu (20/9) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban dihabisi karena massa menuduhnya sebagai pelaku pencurian ternak. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda