Rumah BSPS Mulai Dikerjakan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/09)

bedah rumah 2Masyarakat penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Raykat tahun 2014 ini sudah mulai melaksanakan perbaikan rumah.

Sebagiannya sudah merampungkan pekerjaan sekitar 50 persen, dan segera menyusul pencairan tahap kedua. “Ada juga yang hampir 100 persen, seperti rumah milik Syamsul Sidik, Hardi, Muhammad AK di Kelurahan Samapuin,” sebut Kepala BPM-LH melalui Kabid SDA dan TTG, Ir Ni Wayan Rusmawati M.Si, Selasa (23/9).

Untuk diketahui, darti seluruh desa dan kelurahan penerima program BSPS, Kelurahan Samapuin, dan Pekat Kecamatan Sumbawa, Desa Luar dan Desa Kalimango Kecamatan Alas, sudah mencairkan dana tahap pertama dan kini dalam proses pencairan tahap kedua. Sementara untuk Desa Marente Kecamatan Alas masih dalam tahap penyusunan kode rekening oleh BRI.

“Kami harap pengerjaan rumah itu tuntas sesuai batas waktu yang ditentukan, yakni selama 2 bulan dari pencairan tahap pertama,” tandasnya.

Di bagian lain Wayan menyebutkan, beberapa kendala selama proses pelaksanaan program.  Di antaranya harus melakukan perekrutan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Kemudian masih adanya masyarakat yang belum mengerti terhadap program tersebut, meski telah disosialisasi berulang kali terutama terkait kepemilikan rumah. “Masih ada warga yang memiliki 2 rumah tetapi memaksakan kehendak mendapatkan bantuan BSPS. Padahal dalam ketentuan itu tidak masuk dalam criteria penerima bantuan,” jelasnya .

Selain itu masih banyak warga penerima bantuan saat pencairan berangkat ke luar negeri sebagai TKI. Pencairan ini bisa dilakukan asalkan ada surat kuasa dari yang bersangkutan.

Baca Juga  Aksi Sweeping APLS Berakhir di Meja Pertemuan Tripartit

“Kalau tidak ada surat kuasa dari TKI atau TKW hingga November 2014 mendatang, maka dana bantuan ini dikembalikan ke kas negara karena pelaksanaan program itu tidak dapat dilaksanakan atau diwakilkan begitu saja kepada suami atau istri yang bersangkutan,” ujarnya.

Bagaimana yang meninggal dunia ? menurut Wayan, dapat diserahkan kepada ahli warisnya, dengan menunjukkan surat keterangan kematian, dan kartu KK, serta surat pernyataan  kesanggupan melaksanakan pembangunan rumahnya sampai 100 persen.

Kendala lain yang kerap terjadi di lapangan, lanjut Wayan, adalah terjadi perubahan harga bahan bangunan terutama seng dan semen sehingga mempengaruhi penyusunan Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan (DRPB2) oleh TPM. “Ketika ada perubahan harga, TPM bersama penerima bantuan harus menyusun ulang DRPB2, karena apabila ada perubahan harga tentu akan mempengaruhi volume barang yang akan diterima oleh MBR,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Wayan menghimbau penerima bantuan, untuk segera mengerjakan rumahnya hingga tuntas. Bagi yang belum menerima bantuan, seperti Desa Marente diminta bersabar karena masih ada kesempatan untuk menyusun Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan (DRPB2) bersama TPM. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda