Brang Lamar Belum Tuntas

oleh -0 views
bankntb

25 Warga Trans Belum Punya Lahan Pertanian

Sumbawa Besar, SR (25/09)

Camat Lunyuk, Hisbullah S.Sos
Camat Lunyuk, Hisbullah S.Sos

Persoalan trans Brang Lamar, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk hingga kini belum tuntas. Sebab dari 100 warga yang ditempatkan sejak Nopember 2013 lalu, 25 orang di antaranya masih belum mendapatkan lahan pertanian. Lahan yang seharusnya menjadi milik mereka, dikuasai dan digarap warga setempat yang bukan warga trans.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Tri Karyati S.Sos yang dikonfirmasi Selasa (23/9), mengakui masih tersisa 25 warga trans yang lahan pertaniannya tengah diupayakan. “Lahannya sudah ada dan sedang kami proses,” kata Yeyet—akrab pejabat ini disapa.

Lahan dimaksud diakui Yeyet, masih digarap sejumlah warga Emang untuk lahan pertanian. Bisa saja pemerintah bertindak represif untuk mengosongkan lahan tersebut, namun berpotensi terjadinya konflik. “Kita tidak bisa memaksakan diri, kita ingin kondusifitas di daerah itu berlangsung baik,” ucapnya.

Karenanya upaya persuasif tetap dikedepankan. Pihaknya bersama pemerintah kecamatan setempat beberapa kali telah mengadakan pertemuan dengan warga yang menguasai lahan tersebut untuk mencari solusi terbaik. Upaya yang dilakukan sejauhh telah mengajukan ke Bupati untuk kompensasi lahan. “Kita ingin menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah. Ketika lahan dibagikan, warga trans bisa menggarapnya dengan aman,” ujarnya, seraya menargetkan persoalan lahan untuk 25 warga trans ini akan dituntaskan dalam bulan ini.

Baca Juga  Pasca Banjir, Pembenahan Infrastruktur Jadi Prioritas

Hal senada dikatakan Camat Lunyuk, Hisbullah S.Ip yang mengaku pendekatan dengan warga Emang terus dilakukan. Dari pertemuan ini, warga telah bersedia mengosongkan lahan tersebut, asalkan tidak merugikan mereka. “Mereka ingin kepentingan warga tidak dirugikan, dan kepentingan transmigrasi tetap berjalan,” kata Hisbullah.

Rencananya warga ini akan bergeser ke lahan lain yang ada tidak jauh dari lahan trans. Rencana ini akan terealisasi setelah 25 warga trans sudah menguasai lahan yang menjadi haknya. “Setelah lahan 25 warga trans ini beres, baru kita pikirkan lahan untuk warga Emang yang sebelumnya mengarap lahan warga trans,” demikian Hisbullah. (*)  Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda