Soal Ijin Eksport NNT, Pemerintah Diminta Konsisten

oleh -0 views
foto Forbes.com
bankntb

Sumbawa Besar, SR (21/09)

Suharto SH M.Si
Suharto SH M.Si

Meski Proyek Batu Hijau sudah terlihat tanda-tanda bergairah dengan kembali beroperasinya PTNNT beserta perusahaan sub kontraktornya, dan beberapa karyawan standby sudah dipanggil, namun masih tetap memunculkan kerisauan. Pasalnya eksport Newmont masih tertunda lantaran menghadapi kendala, menyangkut perjanjian pembangunan smelter.

Kondisi ini membuat salah seorang tokoh Sumbawa, Suharto SH M.Si angkat bicara. Kepada wartawan tadi malam, Harto—akrab tokoh vocal ini disapa meminta pemerintah bersikap konsisten dan bertanggung jawab. Sebab menurut informasi yang diperolehnya, PTNNT sudah memenuhi semua persyaratan termasuk membuat kesepakatan-kesepakatan dan dinilai tidak bermasalah. Harusnya pemerintah pun dapat melaksanakan kewajibannya untuk memberikan keleluasaan kepada Newmont melakukan eksport bahan tambang. Dengan belum dilakukannya eksport ini lanjut Harto, maka operasional Newmont tetap terhenti, yang berdampak terhadap kelancaran investasi dan nasib ribuan pekerja yang sebagian besar masyarakat NTB terutama local Sumbawa dan Sumbawa Barat yang terkena dampak langsung dari keberadaan tambang.

Menurut praktisi hukum yang juga mantan Ketua Komisi I DPRD Sumbawa dua periode ini, khabar kembali beroperasi Newmont merupakan angin segar. Para pekerja yang sebelumnya dirumahkan mulai dipanggil, dan perusahaan subkon sudah mulai beroperasi. Dengan kondisi belum klirnya soal eksport ini, berkonsekwensi terhadap kembali dirumahkannya karyawan dan menjauhkan masyarakat dan daerah dari harapan-harapan untuk menciptakan kesejahteraan melalui keberadaan investasi yang sehat, nyaman dan aman. “Ini situasi yang tidak baik, yang membuat kita terus terperangkap dalam kegalauan dan harapan semu,” ujar Harto.

Baca Juga  Wujudkan Rencana Pembuatan Motor Listrik, UTS Datangkan “Si Putra Petir”

Karenanya dia berharap pemerintah memberikan perhatiannya terhadap persoalan ini sebelum pemerintah SBY berakhir. “Ini kesempatan terakhir, Newmont harus sudah eksport dalam Bulan September ini,” tandasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda