Catat Sejarah, Enam Kuda Doktor Zul Juara di Lima Kelas

oleh -9 views
bankntb

Putaran Pertama Pacuan Kuda Festival Moyo 2014

Sumbawa Besar, SR (22/09)

amdal
bersaing ketat
bersaing ketat

Kejuaraan Pacuan Kuda Festival Moyo 2014 di Kerato “Angin Laut” Penyaring Sabtu (20/9) kemarin, mencatat sejarah baru. Pada hari terakhir putaran pertama ini, enam ekor kuda milik Dr Zulkieflimansyah (DPR RI/Jakarta) berhasil menjadi yang terbaik di lima dari 8 kelas yang dipertandingkan. Bahkan kuda favoritnya Neymar dan Raja Prambanan, dua kudanya yang turun di Kelas Dewasa F–kelas paling bergengsi, mampu mengungguli sejumlah kuda andalan lainnya terrmasuk Stoner dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat kuda lain milik Rektor Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) ini juga tak terkalahkan di empat kelas berbeda yaitu Buraq juara Harapan C, Angin Laut juara Tunas C, Gadis Villa di Klas Dewasa B, dan Tison di Kelas Dewasa D.maen jaran 5

Laporan Samawarea di lapangan menyebutkan, babak penyisihan hari terakhir tersebut menurunkan sebanyak 128 kuda yang terjun di 8 Kelas yaitu OC, Harapan C, Tunas C, serta Dewasa (B, C, D, E dan F). Untuk OC keluar sebagai juara di masing-masing ren adalah Taruna Ria Kuning (Fatahollah Langam), Hatim (Kasum Penyaring), Kendedes (Siska Dompu), My Darling (Sania Bima), dan Bintang Selatan (Sahabuddin Kodim 1607 Sumbawa). Kemudian Harapan C, Gagah Perkasa milik Ny Titin Ariyani (BTN Karang Dima Sumbawa) dan Buroq milik Doktor Zul (DPR RI Jakarta) menjadi yang tercepat. Di Kelas Tunas C kuda yang paling awal mencapai garis finish yaitu Cantik Bersinar (H Damhuji Lamenta), Angin Laut (Doktor Zul), Wanda Hamidah (Hj Endang H Andi Irawan—Kota Bima), dan Permata Hitam (H Ilham H Sarbini Banjarmasin).

Baca Juga  Sistem Irigasi Amburadul Penyebab Kumuhnya Lingkungan Arab Kenangan

Selanjutnya Dewasa B, Gadis Villa (Doktor Zul), Bintang Selatan (H Zaenal Empang), Burung Gagak (H Mustafa Serading), dan Sangiang Sakti (H Ilham H Sarbini Banjarmasin). Kemudian Dewasa D, Anak Mas (Abdul Azis KSB), Maknum (Adit Sebewe), Nona (Muamar Satriadi Polres Sumbawa) dan Tyson (Doktor Zul). Untuk Dewasa E, Adi Bintang (Ahyar Dompu) dan Mimbar Alam (M Tayeb Raberas) unggul dari lawan-lawannya.maen jaran 4

Terakhir Kelas Dewasa F. Di kelas yang menurunkan kuda jawara yang memiliki jam terbang tinggi ini, Manuver milik Arif Hartono—mantan Danlanud Rembiga mampu mempertahankan kedigdayaannya setelah berhasil menyingkirkan saingan terberatnya Mustang, kuda andalan dari Bima. Masih di kelas yang sama, dua kuda milik Doktor Zul yakni Neymar dan Raja Prambanan mampu mempecundangi kuda-kuda ternama dari luar daerah seperti Stoner dari NTT.

114 Kuda di Putaran Kedua Hari Pertama

Sementara di hari pertama putaran kedua, Minggu (21/9), tak kalah serunya. Panitia menurunkan sebanyak 114 ekor kuda di empat kelas. Adalah TKA dengan 48 ekor kuda berhasil menjaring sang juara di masing-masing Ren seperti Jantung Hati (Agus Biawan Rasyid-Seketeng), Sinta (Putri Berare), Mutiara Putih (Arkan Langam), Bintang Road (Denis Padang Dompu), Mustika (Satria Labuan Sumbawa), Barongsai (Iqbal Karang Cemes) dan Pangeran (Rustam Empang). Kelas OA yang mengikutkan 24 kuda berhasil menjadi yang tercepat adalah Payung Mas (Muchsin Sebewe), Gadis Pelor (Indi Dompu), Primadona (Mesin Melili) dan Kristika (Rusmin Sumbawa). Kemudian Harapan A (24 kuda), Jaguar (Andre Berare), Sinar Jauh (H Muslimi Serange), Sinar Abadi (Drs Suryanto Camat Orong Telu), Putra Anugrah ( H Fattah Maronge), Superman (Cristoper Kota Bima dan Laura (Heri Karang Cemes). Di ren terakhir diterjunkan 24 kuda untuk Kelas Tunas A. Empat kuda berhasil menjadi juara yaitu Mawar Merah (H Burhan Kakiang), Anak Mas (Sudirman Campa Bima), Putri Ayu (Sania Bima), dan Samudera Biru (Serma Muhiddin Asrama POM Sumbawa).

Baca Juga  Vivi Suryani Raih Juara I Lomba PJA IV

Sekedar informasi, untuk putaran kedua pada hari kedua, Senin (22/9) hari ini, akan diadu 109 kuda yang terbagi dalam 5 kelas yakni TKB 32 ekor, OB 20 ekor, Harapan B 9, Tunas B 16 dan Dewasa A 32 ekor. (*)   Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda