Indi Menangis Dalam Pelukan Kapolres

oleh -14 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/09)

indi nangis 1Indi Suryadi SH—pengacara sekaligus ahli waris Senan Candia, tak mampu berbuat banyak. Upayanya untuk menghalangi proses eksekusi lahan dan bangunan yang sebelumnya dikuasai dan diakui sebagai milik keluarganya, sia-sia. Demikian dengan puluhan orang yang sebagiannya berasal dari luar daerah yang selama beberapa hari menempati bangunan dan siap melakukan perlawanan, dipaksa ‘menyerah’. Sebagiannya diamankan polisi, dan sebagian lainnya diduga kabur sebelum polisi melakukan upaya paksa. Pengadilan Negeri Sumbawa dibantu aparat kepolisian bersenjata lengkap dan dipimpin langsung Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM, akhirnya sukses melaksanakan eksekusi, setelah membacakan penetapan pengadilan selama hampir dua jam. “Saya keberatan, eksekusi tidak boleh dilakukan,” ucap Indi yang coba menghalangi langkah Juru Sita Pengadilan Negeri Sumbawa untuk melakukan eksekusi.

Indi berdalih bahwa upaya perlawanan eksekusi tengah dilakukan, termasuk melakukan gugatan terhadap Ketua Pengadilan selaku tergugat 1, Panitera dan Juru Sita setempat selaku tergugat dua. Selain itu menurut Indi, penetapan pengadilan untuk eksekusi tidak sah, karena ditandatangani ketua pengadilan negeri yang tengah dalam pemeriksaan pengawas Mahkamah Agung (MA).

Terhadap hal ini Kapolres AKBP Karsiman memberikan pemahaman kepada Indi baik menyangkut persoalan hukum terkait eksekusi maupun resiko yang akan timbul jika pihak kalah (Indi Cs) tetap mempertahankan bangunan tersebutt. Upaya Kapolres ini membuat Indi yang didampingi keluarganya, luluh dan seketika menangis tersedu-sedu sambil memeluk Kapolres. Indi juga yang membujuk keluarga dan ‘pendukungnya’ yang berada di dalam rumah segera keluar dan mengosongkan bangunan. “Menyelesaikan masalah harus mengedepankan upaya persuasif karena komunikasi yang indah lebih utama daripada tindakan represif,” ucap Kapolres. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Oknum Guru Bantah Cabuli Siswanya