Seorang Remaja Dikeroyok dan Dibacok

oleh -5 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (17/09)

Riky diperiksa penyidik
Riky diperiksa penyidik

Dendam lama berujung bacokan. Itulah yang dialami Bani Khatab. Remaja yang tinggal di wilayah Kelurahan Bugis tersebut harus mendapat perawatan intensif, akibat perutnya tertusuk pisau. Tidak hanya dibacok, tapi sekujur tubuhnya babak belur karena dikeroyok para pelaku menggunakan kayu dan bambu. Namun dua dari 7 orang pelaku berhasil tertangkap polisi dan kini dalam proses hukum. Kasus pengeroyokan disertai pembacokan ini terjadi di Jalan Hasanuddin—depan Rumah Dinas Dandim 1607 Sumbawa, Selasa (16/9) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita. Saat itu, korban yang melintas hendak pulang dicegat para pelaku. Mereka mempersoalkan kasus perkelahian yang pernah terjadi meski telah diselesaikan secara damai di Polres Sumbawa. Belum sempat memberikan klarifikasi, para pelaku langsung menyerangnya. Korban dihantam menggunakan bambu. Tak hanya itu korban yang menjadi bulan-bulanan dibacok. Seketika korban jatuh tak berdaya, dan perutnya bersimbah darah. Para pelaku langsung kabur, sementara korban dilarikan warga sekitar ke RSUD Sumbawa untuk mendapat pertolongan medis. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak. Hanya dalam hitungan jam, dua orang terduga pelaku tertangkap. Adalah Pian alias Pebok dan Riky—keduanya warga Kelurahan Brang Biji. Dari tangan keduanya, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua batang bambu dan sarung senjata tajam jenis pisau. Sedangkan senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban belum ditemukan diduga telah dibuang pelaku.

Pebok diborgol
Pebok diborgol

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Dalam kasus itu polisi berhasil menangkap dua orang tersangka, selebihnya masih dalam pengejaran Tim Buru Sergap (Buser). Salah seorang tersangka yang tertangkap (Pebok) ternyata terlibat sejumlah kasus pengeroyokan dan beberapa di antaranya telah dibukukan dalam laporan polisi. Diperkirakan pemuda yang tubuhnya penuh tato ini akan mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang cukup lama. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Overstay, 8 WNA Dikenakan Wajib Lapor