Penyebar Selebaran Provokatif Diincar Polisi

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (17/09)

AKBP Karsiman SIK MM, Kapolres Sumbawa
AKBP Karsiman SIK MM, Kapolres Sumbawa

Selebaran gelap bersifat provokatif dan bernuansa SARA, tidak hanya diterima Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Panji Surono SH MH. Selebaran yang sama juga diterima sejumlah warga. Selain itu isi selebaran yang diduga kuat terkait rencana eksekusi sebuah bangunan di Jalan Sudirman—tepat depan UD Ratna ini, juga disebar via SMS. Kondisi tersebut membuat masyarakat resah, dan polisi pun mengintensifkan penyelidikan.

amdal

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi, Selasa (16/9) mengaku bahwa penyelidikan tengah dilakukan. Pasalnya selebaran itu dapat menimbulkan instabilitas keamanan dan mengganggu kondusifitas daerah. Dari penyelidikan ini, polisi sudah mengantongi petunjuk untuk didalami dalam upaya mengungkap provokatornya. “Kami masih mengumpulkan alat bukti termasuk keterangan saksi,” kata Kapolres.

Selebaran gelap itu diduga bertujuan untuk menggagalkan proses eksekusi lahan dan bangunan di Jalan Sudirman yang akan digelar Rabu (17/9) hari ini.

Dan sudah ada indikasi adanya perlawanan dalam proses eksekusi itu, karena sudah ada ajakan orang di luar Kabupaten Sumbawa datang untuk menggagalkan prosesi yang telah berkekuatan hukum tetap. Tentu saja tindakan itu ingin mengadu domba masyarakat, dan membuat suasana tidak kondusif. Karenanya Kapolres menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing atau terprovokasi, dan harus tegas menolak segala bentuk dan upaya yang merusak keamanan

Pengamanan Eksekusi

Baca Juga  Beraksi di 23 TKP, Spesialis Curat Ditembak   

Terkait dengan prosesi eksekusi lahan dan bangunan di Jalan Sudirman, Kapolres mengaku telah menyiapkan pasukan dan akan dikerahkan sesuai kondisi di lapangan. Eksekusi yang dilakukan sesuai dengan putusan hukum mulai dari tingkat pengadilan negeri, banding, dan Kasasi hingga dua kali pengajuan PK (Peninjauan Kembali). Semua tingkatan itu dimenangkan Jayadi dan secara hukum dinyatakan sebagai pemilik lahan dan bangunan yang masih dikuasai Senan Candia.  “Kami siap mengamankan jalannya eksekusi,” tandasnya.

Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (Inf) Agus Supriyanto, menyatakan siap memback-up kepolisian dalam pengamanan. “Kami hanya memback-up jika diperlukan,” ujarnya saat dicegat di Polres Sumbawa, kemarin. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda