Terdakwa Korupsi PNPM Empang Dituntut 6 Tahun Penjara

oleh -0 views
bankntb

Bayar Uang Pengganti 726 Juta dan Denda 200 Juta

Sumbawa Besar, SR (12/09)

amdal

HA S.Sos (31) terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mand+iri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Empang Sumbawa, dituntut 6 tahun penjara. Selain itu pada sidang di Pengadilan Tipikor Mataram yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dr Sutarno SH MH, belum lama ini, JPU Baiq Indah Maya Sari SH membebankan kepada Bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNMP-MP Empang ini untuk membayar uang pengganti secara tanggung renteng sebesar Rp 726,5 juta dan denda Rp 200 juta subside 6 bulan kurungan. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 2 (1), pasal 3 dan 8 jo pasal 18 (1) sub a dan b ayat (2) dan (3) UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.20/2001 jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 (1) KUHP. “Kami meminta majelis hakim agar terdakwa tetap ditahan,” kata Ketua Tim JPU, Iwan Kurniawan SH yang ditemui, Jumat (12/9).

Selain menangani persidangan terdakwa HA, kata Iwan—akrab jaksa murah senyum ini disapa, pihaknya tengah menyelesaikan proses penyidikan tersangka CF—Ketua UPK untuk kasus yang sama. Sejauh ini masih ada sejumlah saksi yang akan dimintai keterangannya, di antaranya beberapa pengurus kelompok simpan pinjam prempuan yang menjadi sasaran program.

Baca Juga  Pamit ke Ladang, Suami Tak Pulang, Dilaporkan Hilang

Kasus PNPM-MP Empang itu terjadi selama kurun waktu 2009–2012 lalu. Bantuan dana dari APBN maupun APBD bernilai miliaran rupiah itu sebagian besar disalurkan kepada puluhan kelompok simpan pinjam perempuan (KSPP) yang tersebar di belasan desa dalam wilayah Kecamatan Empang. Namun oleh terdakwa setoran dari KSPP itu ternyata tidak dimasukkan ke kas PNPM-MP, melainkan digunakan untuk menutupi penyimpangan yang terjadi dengan membuat pembukuan pinjaman bergulir fiktif sebanyak 18 kelompok dan tercatat dalam buku kas pinjaman SPP mencapai Rp 726.500.000. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda