Selundup CTKW Belia, Oknum Sponsor Diburu Polisi

oleh -4 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/09)

Ctkw (1)Jajaran Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa tengah mencari keberadaan Syaiful—oknum sponsor asal Jotang Kecamatan Empang, yang diduga terlibat dalam penyelundupan

calon TKW di bawah umur yang berhasil digagalkan petugas KP3 Poto Tano. CTKW asal Desa Gapit Kecamatan Empang ini dicegat petugas KP3 Poto Tano KSB saat bus yang ditumpanginya hendak menyeberang melalui Pelabuhan tersebut, Minggu malam lalu.

Empat CTKW di bawah umur yaitu LIN (14), ALD (14), DNA (15) dan LEN (14) yang dijanjikan bekerja sebagai karyawan salon dan baby sister di Mesir, telah diamankan di Polres Sumbawa.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Erwan Yudha Perkasa SH, Senin (8/9) mengakui tengah mengidentifikasi keberadaan Syaiful, karena saat penangkapan para CTKW belia itu oknum sponsor tersebut tidak ikut mendampingi, namun telah berangkat terlebih dahulu ke Jakarta. Perbuatannya dinilai terindikasi trafficking. Meski belum terjadi, identitas para CTKW ini diduga dipalsukan oleh pihak sponsor. “Identitas KTP empat orang calon TKW dipalsukan. KTP asli dibuat seolah-olah empat orang ini adalah perempuan dewasa,” terang Erwan.

Secara terpisah, para CTKW belia ini mengaku sempat duduk di bangku SMP dan baru putus sekolah. Mereka tertarik bekerja di Mesir, karena tergiur gaji yang besar mencapai Rp 3,8 juta per bulan sebagaimana janji sponsor, Syaiful asal Jotang Empang yang mengaku berada di naungan PT Bumi Mas Katong Besari yang berkantor di Jakarta.

Baca Juga  Panwas Pilkada Proses Indikasi Keterlibatan PNS

Para calon TKW dibawah umur ini juga tidak mengerti tentang administrasi dan dokumentasi pemberangkatan bekerja ke luar negeri. Sebab semuanya sudah diurus oleh Syaiful. Selain biaya pengurusan gratis, CTKW ini diberikan uang belanja Rp 1,5 juta setiap orangnya.

Sebelumnya mereka berangkat Jumat malam menggunakan Travel Tiara Mas dari Sumbawa ke Mataram bersama 3 calon TKW lainnya asal Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir yaitu Lis (19), Asma (23) dan Yeni (24). Namun perjalanan mereka terhenti setelah dicegat petugas KP3 Poto Tano. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda