Rekonstruksi AMPPETAS Diwarnai Kesurupan

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/09)

rekonstruksi 1Kasus pengrusakan sekretariat AMPPETAS (Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Tana Samawa), direka ulang (direkonstruksi). Sejumlah pihak yang terkait kasus itu termasuk korban dan dua orang tersangka dihadirkan untuk memerankan adegan sebagaimana yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam rekonstruksi yang digelar penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Jumat (5/9) kemarin, terungkap kronologis kejadian. Namun selama proses rekonstruksi Nurhasanah—korban yang juga istri Muslimin alias Tikam Sekjen AMPPETAS, terus menangis. Puncaknya Nurhasanah tidak sadarkan diri membuat sejumlah Polwan kalang-kabut berusaha menyadarkannya. Saat siuman, Nurhasanah seperti orang kesurupan berteriak berkali-kali mengatakan “jangan bunuh anakku”.

amdal

Dalam rekonstruksi tersebut, Nurhasanah didatangi dua orang tersangka, Anggel dan Lekson. Kedua kakak beradik ini datang dengan parang terhunus mencari Muslimin alias Tikam. Karena kedatangan tersangka tidak bersahabat dan melakukan pengancaman, Nurhasanah yang semula duduk di teras rumahnya yang berada di PPN Bukit Permai Kelurahan Seketeng, masuk ke dalam kamar. Di dalam rumah saat itu ada sejumlah orang termasuk Masita, Enny, H Bahri dan Ahmad HD serta bayi Nurhasanah yang masih berumur enam bulan. Karena tidak menemukan Muslimin, kedua tersangka mengamuk lalu melakukan pelemparan sehingga kaca jendela rumah pecah. Suasana pun gaduh, dan semua penghuni berlindung di dalam rumah dan sebagian lainnya di kamar. Pelemparan itu diikuti dengan pengrusakan sejumlah sepeda motor milik para penghuni rumah yang terparkir di teras.

Baca Juga  Kawal Logistik Pemilu, Polisi Bermandi Lumpur Tiba di Orong Telu

Situasi terkendali setelah polisi yang dipimpin Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM terjun ke lokasi. Dan lima orang yang terjebak di dalam rumah termasuk seorang bayi berumur 6 bulan yang dihujani batu berhasil dievakuasi ke Polres Sumbawa.rekonstruksi 2

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi Jumat (5/9), mengatakan rekonstruksi itu merupakan salah satu proses penyidikan. Rekonstruksi ini dilaksanakan berdasarkan petunjuk jaksa dalam upaya untuk menyempurnakan berkas perkara tindak pidana pengrusakan tersebut. Jika dalam rekonstruksi itu terungkap adanya hal baru, kata Kapolres, akan diusut termasuk kemungkinan tambahan tersangka baru. “Kami tidak akan berhenti pada satu titik saja, ketika ada hal baru yang harus ditindaklanjuti akan terus kami kejar,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini kasus pengrusakan itu telah menetapkan dua orang tersangka. Keduanya sempat ditahan dan kemudian ditangguhkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda