Respek Mahasiswa Baru UTS Dihadiri Konjen Amerika

oleh -8 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (04/09)

Ratusan Mahasiswa Baru UTS
Ratusan Mahasiswa Baru UTS

Orientasi Pengenalan Kampus (Respek) Mahasiswa Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) Angkatan II Tahun 2014, yang digelar Rabu (3/9), terbilang sangat istimewa. Selain dihadiri Rektor UTS Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc, Ketua Yayasan Dea Mas, Hj Niken Hapsari M.Sc, dan Kacab BRI Sumbawa Anies, Respek para ‘elang muda’ tersebut disaksikan langsung Pejabat Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat, Joanne I Cossitt. Bahkan dalam kesempatan yang sama jebolan Fakultas Hukum University of Connecticut AS ini memberikan motivasi kepada para elang muda—sebutan mahasiswa UTS tentang ‘bagaimana menjadi orang yang baik’. Saat itu Mrs Joanne didampingi stafnya, Yessika (mantan wartawan senior Liputan 6 SCTV).

amdal

Kegiatan bertemakan “Elang Muda Mendunia” yang dipusatkan di kaki bukit Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu tersebut diikuti lebih dari 350 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai fakultas. Yang membanggakan lagi, beberapa di antara mahasiswa baru itu berasal dari luar daerah seperti Banten, Tangerang, Bandung, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan NTT.

Ketua Yayasan Dea Mas, Ny Niken Saptarini Zul M.Sc
Ketua Yayasan Dea Mas, Ny Niken Saptarini Zul M.Sc

Dalam sambutannya saat membuka Respek Mahasiswa, Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc, menyatakan bahwa UTS bukan hanya untuk orang Sumbawa. UTS yang kebetulan ada di Sumbawa ini adalah milik masyarakat tanah air termasuk di dunia. Hal ini dibuktikan sudah mulai banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar Sumbawa dan NTB menjadi mahasiswa UTS. Ke depan Ia optimis perwakilan dari semua propinsi di Indonesia akan ada di UTS.

Baca Juga  Selesaikan S1, NTB Kirim 39 Perawat ke Chadong University Korea

Selain itu mahasiswa UTS tidak hanya mampu berbicara di level local, regional dan nasional, tapi juga internasional. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya prestasi yang dicapai. Salah satunya Oktober 2014 mendatang, 8 mahasiswa Biotekhnologi UTS akan mewakili Sumbawa dan Indonesia mengikuti kompetisi dunia, iGEM (International Genetically Engineered Machined) ke-10 di MIT Boston, Amerika Serikat. Dalam kompetisi tersebut mahasiswa UTS mewakili Sumbawa dan Indonesia bersaing dengan 235 peserta dari berbagai negara di dunia. Mereka akan mempresentasekan hasil riset dan karyanya menciptakan alat sensor untuk mendeteksi kadar glukosa (kandungan gula) yang mendeteksi keaslian madu Sumbawa. Alat sensor ini merupakan hasil rekayasa genetika bakteri e-Coli yang nantinya akan dikembangkan menjadi perangkat lunak handphone.

Olat Maras
Olat Maras

Lebih jauh Doktor Zul—akrab putra daerah yang masih aktif sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ini disapa, mengatakan kepada mahasiswanya bahwa pendidikan adalah senjata yang luar biasa di dunia. Dengan pendidikan dapat membangun sebuah peradaban. Karenanya kehadiran UTS menjadi sebuah keniscayaan. “UTS menjadi rumah yang nyaman dan menyenangkan bagi para mahasiswa dan dosen, sehingga nantinya mahasiswa UTS sehat fisiknya, cerdas fikirannya dan spritualitasnya bagus,” tandasnya.

Sementara itu Konjen Amerika Serikat, Joanne I Cossitt mengatakan, ketika seseorang telah menjadi mahasiswa dalam sebuah universitas, berarti telah menjadi orang yang dewasa dan memiliki tanggung jawab. Karenanya harus mampu menghargai perbedaan pendapat dan berpikir secara kritis terhadap segala sesuatu. Tidak banyak yang disampaikan Mrs Joanne. Ia lebih banyak berinteraksi dan memberikan kesempatan mahasiswa UTS untuk menyampaikan pendapat mengenai definisi orang baik. Selain itu interaksi tersebut dimaksudkan juga untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris para mahasiswa UTS. (*) Baca juga Gaung NTB

iklan bapenda