Ilegal Fishing dan Rambah Bakau Ancam Pariwisata

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (04/09)

LapadeKeindahan Pantai Labuan Pade (Lapade) dan gugusan pulau seperti Pulau Bedil, Keramat, Panjang dan Pulau Temudung wilayah Kecamatan Utan, terancam. Hal ini akibat maraknya aktivitas illegal fishing dan illegal logging. Dalam penangkapan ikan sekelompok masyarakat menggunakan racun, kompresor dan sesekali melakukan pengeboman. Tak hanya itu kegiatan lain masyarakat adalah merambah hutan bakau sebagai bahan baku kayu bakar dan perumahan. Jika ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan dari pemerintah, dapat dipastikan destinasi pariwisata di perairan Utan yang telah menjadi icon Sumbawa ini akan rusak dan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.Lapade 1

amdal

Kenyataan tersebut diakui Daeng Baso—pemilik obyek wisata Lapade. Ketika ditemui Rabu (3/9), Baso mengaku tak bisa berbuat banyak melihat ancaman rusaknya kondisi alam di kawasan yang saat ini kerap ramai dikunjungi tidak hanya wisatawan local dan regional, namun juga dari manca negara. Tanda-tanda kerusakan itu sudah nampak, dengan jarangnya ikan di pesisir, rusaknya terumbu karang, dan berkurangnya pohon bakau karena kerap ditebang. “Sampai sekarang aktivitas itu masih ada,” kata Daeng Baso.

Tanda lainnya, adalah berkurangnya populasi burung sejenis bangau di Pulau Panjang, karena kerap diburu dan telur diambil. Lambat laun burung yang selalu ingin dilihat para wisatawan akan punah. “Saya hanya sebatas menegur dan menghimbau, tapi upaya itu tidak maksimal,” ujar Daeng Baso.Lapade 2

Baca Juga  Cetak Sawah Baru 2017, Jatah Sumbawa Terbesar di NTB

Kondisi ini tentunya merugikan masyarakat dan pemerintah daerah yang saat ini tengah giat-giatnya mengembangkan pariwisata. Sebab selama ini obyek tersebut adalah destinasi pariwisata. Setiap wisatawan asing yang melintas menggunakan kapal pesiar hendak ke Pulau Komodo, dan Raja Ampat, selalu singgah di Lapade maupun pulau-pulau berpotensi tersebut.

Karenanya Ia berharap pemerintah daerah turun tangan minimal memasang plang himbauan dan larangan di lokasi. Dalam plang itu tercantum ancaman atau sanksi hukum bagi masyarakat yang masih melakukan kegiatan illegalnya. “Lapade dan gugusan pulau-pulau tersebut adalah asset Sumbawa yang harus dijaga bersama-sama,” pintanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya karena menjaga kelestarian alam dan lingkungan adalah investasi masa depan dan kelangsungan hidup anak cucu. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda