Mahasiswa UTS Promosi Sumbawa di @amerika Hotel Ritz Carlton

oleh -3 views
bankntb

Jakarta, SR (29/08)

Welcome UTS
Welcome UTS

Aplus panjang menggema di @amerika Hotel Ritz Carlton, setelah mahasiswa Fakultas Biotekhnologi Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) menyudahi presentasi persiapan mereka untuk mengikuti kompetisi dunia di Boston Amerika Serikat, 27 Oktober mendatang.

Kegiatan yang dibuka oleh Stephanie M Stallings—Pejabat Kedutaan Besar Amerika dan berdurasi hampir empat jam ini berlangsung sangat meriah. Terbukti dengan penuh sesaknya ruangan berkapasitas 500 orang yang berada di lantai 3 Hotel Rizt Carlton tersebut. Hadir menyaksikan kegiatan ini di antaranya pejabat kedutaan, pejabat teras dari Pertamina termasuk lembaga donor Pertamina Foundation, pejabat sejumlah kementerian, dan anggota DPR RI yang duduk berdampingan dengan Rektor UTS Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc didampingi istri, Ny Niken selaku Ketua Yayasan Dea Mas. Ikut memadati ruangan para pelajar dari Techno Natural dan Sinar Cendekia di Jakarta sekaligus menjadi audiens. Sementara tamu yang hadir dari NTB adalah Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin IV, Kepala Badan Arpusda NTB Ir H Mokhlis M.Si, Agus Talino (Pimpred Suara NTB dan CEO Global FM), Kabag Humas Setda Sumbawa Rachman Ansori M.SE dan Julmansyah S.Hut—Inisiator Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS), serta puluhan mahasiswa dan dosen UTS dari berbagai fakultas yang sengaja hadir memberikan dukungan moril kepada rekannya di Fakultas Bioteknologi. Presentasi full menggunakan Bahasa Inggris ini disampaikan secara bergantian oleh 15 orang mahasiswa Biotek UTS didampingi Dosennya, Sausan Nafisah—ahli matematika dan juara nasional debat Bahasa Inggris. Dalam kesempatan itu Anugrah dkk menjelaskan tentang Sobat Bumi—kegiatan mahasiswa terkait lingkungan hidup seperti melakukan transplantasi terumbu karang, penanaman pohon dan pelestarian madu hutan. Mahasiswa Bioteknologi ini juga menjelaskan tentang proyek besar yang tengah dikerjakan yang nantinya akan ditampilkan pada iGEM (International Genetically Engineered Machined) ke-10 di MIT Boston, Amerika Serikat. Dalam kompetisi tersebut mahasiswa UTS mewakili Sumbawa dan Indonesia bersaing dengan 235 peserta dari berbagai negara di dunia. Mereka akan mempresentasekan hasil riset dan karyanya menciptakan alat sensor untuk mendeteksi kadar glukosa (kandungan gula) yang mendeteksi keaslian madu Sumbawa. Alat sensor ini merupakan hasil rekayasa genetika bakteri e-Coli yang nantinya akan dikembangkan menjadi perangkat lunak handphone. Di akhir presentasinya, mahasiswa UTS ini memperkenalkan makanan khas Sumbawa berupa permen susu yang dicampur madu, serta beberapa makanan khas lainnya yang dibagikan sebagai souvenir bagi para tamu. Selain itu mahasiswa yang mengenakan pakaian adat Sumbawa ini menampilkan tarian kreasi Sumbawa.

Baca Juga  Siswa SMKN 1 Sumbawa Raih Nilai Sempurna UN Matematika
Perfomance
Perfomance

Sebelumnya, Dekan Fakultas Bioteknologi UTS, Dr Arief Budi Witarto M.Eng memaparkan bahwa ilmu bioteknologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lainnya. “Kata lainnya, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa,” jelas pria kelahiran Lahat, 12 Mei 1971 yang pada Tahun 2004 memperoleh penghargaan sebagai peneliti terbaik dari Yayasan Toray Indonesia dengan tema riset rekayasa protein untuk kedokteran, khususnya untuk mendiagnosa diabetes dan kanker dengan basis protein. UTS Perfom 1

Secara sederhana kata Arief—akrab jebolan Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang ini disapa, bioteknologi sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu seperti di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, dan keju, serta pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, maupun pemuliaan dan reproduksi hewan. Kemudian di bidang medis, penerapan bioteknologi dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin. “Bioteknologi kini berkembang sangat pesat, terutama di Negara maju yang ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi misalnya, rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, dan pengembangbiakan sel induk, kloning, sehingga memungkinkan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS,” ungkap ayah empat anak yang Tahun 213 lalu terpilih sebagai peneliti muda untuk bidang ilmu pengetahuan teknologi dan rekayasa dengan topik: Protein engineering of beta-propeller proteins and signal transduction proteins and signal transduction proteins for medical applications.

Baca Juga  Selamat !! UNSA Naik Peringkat
Sausan Nafisah, Dosen Bioteknologi UTS
Sausan Nafisah, Dosen Bioteknologi UTS

Terkait dengan keikutsertaan mahasiswanya dalam kompetisi dunia—iGEM di Boston AS, Arief menyatakan sudah melakukan persiapan. Dia telah mengajarkan mahasiswanya cara memotong gen bakteri e-Coli, dengan menggunakan tekhnologi rekayasa genetika yang nantinya akan menghasilkan alat sensor untuk mengukur kandungan glukosa di dalam madu Sumbawa. Di bagian lain, Doktor Arief mengajak para pelajar di Jakarta untuk bergabung menjadi mahasiswa UTS, mengingat kemajuan perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian timur ini cukup signifikan.

Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc
Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc

Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc, menambahkan bahwa universitasnya tidak hanya menjadi lembaga pendidikan untuk anak Sumbawa, tapi juga anak dunia. Diakuinya sudah ada beberapa mahasiswa dari luar daerah di Pulau Jawa yang kuliah di UTS, mereka diberikan beasiswa full. Ia berharap akan semakin banyak lagi mahasiswa dari luar berbondong-bondong kuliah di UTS.UTS Perfom 6

Mengenai prestasi yang telah diraih mahasiswanya termasuk kepercayaan untuk mengikuti kompetisi iGEM di Boston Amerika dan mendapat kesempatan magang di Jepang, tokoh rendah hati ini mengatakan, kenyataan itu menandakan elang-elang Sumbawa sudah mulai mencengkeram dunia. Dan menjadi sebuah keniscayaan, alumni-alumni UTS akan menjadi ilmuwan dunia di masa mendatang. (*)   Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda