Mahasiswa UTS ‘Breakfast’ Bersama Dubes AS

oleh -1 views
bankntb

Jakarta, SR (27/08)

mahasiswa UTS bersama Dubes AS, Rektor UTS, Sultan Sumbawa, Kepala Arpusda NTB
mahasiswa UTS bersama Dubes AS, Rektor UTS, Sultan Sumbawa, Kepala Arpusda NTB

 

Ramah, santai dan bersahabat, itulah kesan yang ditunjukkan Robert Blake—Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia saat menerima kedatangan rombongan mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS), Selasa (26/8) pagi.

Mahasiswa yang didampingi Rektor UTS Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc, dan Dekan Biotech Dr Arief Budi Witarto M.Eng ini disambut welcome party yang dikemas dalam acara breakfast di kediamannya, Jalan Taman Suropati No. 3 Menteng, Jakarta Pusat. Ikut dalam rombongan UTS di antaranya Sultan Muhammad Kaharuddin IV (Sultan Sumbawa), Ir H Mokhlis M.Si (Tokoh Sumbawa yang juga Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi NTB), Rachman Ansori M.SE (Kabag Humas Setda Sumbawa), Julmansyah S.Hut (Inisiator Jaringan Madu Hutan Sumbawa), dan Agus Talino (Pimred Suara NTB dan CEO Global FM). Suasana dalam pertemuan itu jauh berbeda ketika rombongan memasuki gerbang kediaman yang harus melewati penjagaan ketat anggota Brimob dan pemeriksaan polisi kedutaan. Tidak ada kesan eksklusif, bahkan percakapan kerap diselingi dengan senda gurau. Bahkan Dubes yang sudah bertugas di Indonesia sejak 21 November 2013 ini tidak canggung membersihkan meja sarapan hanya untuk melayani foto bersama dengan mahasiswa UTS.

Dubes AS berbincang dengan Mahasiswa UTS
Dubes AS berbincang dengan Mahasiswa UTS

Didampingi Asistennya Stephanie M Stallings, Dubes AS yang memperoleh gelar Bachelor of Arts dari Harvard College dan Master of Arts dari Jhon Hopkins School of Advanced International Studies ini merasa terhormat atas kunjungan mahasiswa UTS yang dinilainya sangat hebat. Kunjungan tersebut menjadi awal yang baik dalam menjalin hubungan yang lebih lanjut dan saling menguntungkan antara pemerintah AS dan Indonesia khususnya mahasiswa UTS. Robert Blake juga mengaku kagum dan tak menyangka perkembangan sains di Indonesia bagian timur dengan keberadaan UTS. Kekaguman Blake juga disampaikan saat mendapat informasi mahasiswa UTS akan berkompetisi di Boston—salah satu kota terbaik di Negeri Paman Sam. Ia berpesan agar mahasiswa UTS banyak mengambil pelajaran selama berada di Boston terutama tingkat disiplin masyarakatnya, di samping banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi seperti perusahaan, museum, teater, gallery seni dan lainnya guna menambah wawasan sekaligus menjadi gambaran bagi mahasiswa UTS jika kelak menjadi seorang pemimpin. “Saya salut meski kondisi terbatas namun mahasiswa UTS mampu melangkah sejauh ini (Boston),” ucapnya. Ia pun berkomitmen untuk membantu menfasilitasi UTS membangun kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan yang ada di negaranya.UTS Dubes 3

Baca Juga  600 Lebih Siswa SMAN 1 Plampang Dapat Kuota Internet Gratis

Sementara Doktor Zul dan Doktor Arief secara bergantian memaparkan tentang UTS mulai dari berdirinya hingga progress yang telah dicapai selama dua tahun ini. Salah satu yang paling menonjol adalah keikutsertaan mahasiswa Bioteknologi UTS mewakili Indonesia mengikuti iGEM (International Genetically Engineered Machined) ke-10 di MIT Boston, Amerika Serikat, sebuah kompetisi dunia yang digelar akhir Oktober 2014 mendatang. Selain itu satu-satunya mahasiswa di Indonesia yang mendapat kesempatan magang di National Institute Material and Science (NIMS) Tsukuba Jepang berasal dari mahasiswa UTS (Fahmi Dwilaksono), setelah dinyatakan lolos seleksi oleh lembaga tersebut pada Maret 2014 lalu.

Ditambahkan Doktor Arief, saat di Boston AS nanti, mahasiswanya akan berkompetisi dengan 200-an mahasiswa dari universitas berbagai negara. Di kompetisi ini mahasiswa Biotek UTS akan mempresentasekan hasil riset dan karyanya menciptakan alat sensor untuk mendeteksi kadar glukosa (kandungan gula) yang mendeteksi keaslian madu Sumbawa. Alat sensor ini merupakan hasil rekayasa genetika bakteri e-Coli. Kemudian mahasiswa Biotech juga dipercaya mengikuti program magang di National Institute Material and Science (NIMS) Tsukuba Jepang, Januari 2015 mendatang. Beberapa kerjasama lainnya juga telah terjalin baik dengan universitas di Tokyo Jepang maupun Amerika Serikat salah satunya Stanford University. “Kami berharap hubungan ini dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan,” pinta ilmuwan muda yang menyelesaikan pendidikan S1, S2 dan S3 di Departemen Bioteknologi, Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technology, Tokyo Jepang ini. Di tempat yang sama, Fahmi Dwilaksono—mahasiswa Bioteknologi UTS di hadapan Dubes AS menjelaskan tentang persiapan mereka menghadapi kompetisi iGEM di Boston AS. Dia bersama rekannya optimis akan mampu bersaing dengan peserta lainnya dari berbagai Negara. Namun yang paling penting dari kompetisi itu, mereka mendapat pengalaman berharga dalam upaya mengangkat citra pendidikan di Indonesia terutama di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  DAU Pendidikan Berkurang, Banyak Anggaran Kegiatan Terpangkas
Doktor Zul, Ir H Mokhlis M.Si dan Stephanie M Stallings (Asisten Dubes)
Doktor Zul, Ir H Mokhlis M.Si dan Stephanie M Stallings (Asisten Dubes)

Ditambahkan Sausan Nafisah S.Si—salah satu Dosen Bioteknologi, bahwa kesempatan mengikuti kompetisi iGEM adalah pengalaman baru sekaligus sejarah bagi mahasiswa UTS yang mampu membuka wawasan dan memperluas jaringan pergaulan. Sebagai dosen dia selalu berusaha menyemangati mahasiswanya untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai terkendala. “Jangan pernah takut berhadapan dengan dunia luar. Inilah momen yang pas untuk membuktikan bahwa mahasiswa Sumbawa (UTS) mampu bersaing di level dunia,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda