Mahasiswa FTB UTS Diundang Dubes Amerika

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/08)

UTS yang Asri
UTS yang Asri

Tidak semua perguruan tinggi di tanah air mendapat kesempatan diundang Pemerintah Amerika melalui kedutaannya di Jakarta. Kesempatan inilah yang diperoleh Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) khususnya mahasiswa Fakultas Bioteknologi. Tentunya undangan Dubes AS ini selain membanggakan, juga diharapkan menjadi pembuka jalan bagi UTS untuk menjalin kerjasama lebih jauh dengan pemerintah maupun perguruan tinggi di Negara Paman Sam tersebut, terutama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Dalam kesempatan itu UTS akan mengirim sedikitnya 15 orang calon ilmuwannya (6 mahasiswa FTB angkatan pertama dan 9 angkatan kedua) untuk mempresentasekan sejumlah kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan, termasuk persiapan mengikuti kompetisi dunia mewakili Sumbawa dan Indonesia, yaitu iGEM (International Genetically Engineered Machined) ke-10 di MIT Boston, Amerika Serikat.

Sausan Nafisah S.Si
Sausan Nafisah S.Si

Sausan Nafisah S.Si—pendamping sekaligus Dosen Biotech UTS menyebutkan, mahasiswa FB UTS akan bertolak ke Jakarta, Kamis (21/8) untuk memenuhi undangan Dubes Amerika, Robert O Blake Jr. Di kedutaan Amerika Jalan Merdeka Selatan No. 3-5 Jakarta ini, hadir

Rektor UTS Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc dan Dekan Fakultas Bioteknologi UTS, Dr Arief Budi Witarto, M.Eng, yang akan mempresentasekan pencapaian pendidikan di UTS selama dua tahun ini, termasuk sederet prestasi yang diraih mahasiswanya terutama di bidang akademik. Di antaranya dua mahasiswa Biotechnology mendesain robot biologi, yaitu robot bakteri E. coli  bakteri yang mampu merubah bau sampah menjadi bau buah-buahan. Masih dari Prodi yang sama, satu mahasiswa lolos final National Maritime Essay Competition. Tidak hanya itu mahasiswa Prodi Biotechnology terpilih magang di Nasional Institute for Material Sience, sebuah lembaga terbaik di Jepang. Mahasiswa UTS ini terpilih bersama mahasiswa S2 Universitas Indonesia (UI). Demikian dengan dua mahasiswa dari prodi yang sama juga terpilih sebagai Duta Mahasiswa Berencana (Genre) dan mewakili NTB ke tingkat nasional sekaligus menjadi yang pertamakalinya bagi Sumbawa terpilih sebagai Duta Genre. Meski calon ilmuwan, bukan berarti mahasiswa UTS tidak berprestasi di bidang lain. Seperti yang ditunjukkan mahasiswa Fakultas Ekonomi UTS yang mewakili NTB ke tingkat nasional dalam Kejuaraan Taekwondo dan menjadi juara pada Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) NTB.

Baca Juga  Kian Berkurang, CJH Asal Sumbawa Tidak Penuhi Kloter
Calon Ilmuwan
Calon Ilmuwan

Di bagian lain Doktor Zul dan Doktor Arief, dua figur penting ini juga akan menyampaikan informasi mengenai persiapan mahasiswanya untuk mengikuti International Genetically Engineered Machined ke-10 di MIT Boston, Amerika Serikat.

Pada kesempatan yang langka ini, mahasiswa FTB akan mempresentasikan perkembangan sejumlah kegiatannya serta tidak ketinggalan juga menampilkan kekhasan kebudayaan Sumbawa agar lebih dikenal masyarakat luar negeri terutama Amerika. Art performance dalam bentuk tarian tradisional serta pemberian souvenir berupa makanan khas Sumbawa telah disiapkan sebagai salah satu upaya mempromosikan Sumbawa.

Selain itu lanjut Sausan—akrab wanita berjibab ini disapa, akan dilaunching dua buah buku yakni Buku “Saya Bangga Sumbawa” yang merupakan kumpulan essay yang ditulis mahasiswa dan dosen UTS. Buku ini menonjolkan apa yang paling dibanggakan oleh mahasiswa tentang Sumbawa. Kemudian buku “Sobat Bumi”—kumpulan pengalaman mahasiswa Biotech UTS pada kegiatan gathering antar sesama penerima beasiswa Pertamina Foundation di Jakarta. “Semua mahasiswa Biotech UTS angkatan pertama menerima beasiswa selama 4 tahun dari Pertamina Foundation, dan telah disiapkan beasiswa yang sama untuk 20 orang mahasiswa (baru) angkatan kedua,” jelas Sausan didampingi Maya Fitriana S.Si—Dosen Biotech UTS lainnya.

Sementara itu Mochammad Isro Alfajri—salah seorang mahasiswa Biotech, mengatakan pada kunjungan ke Dubes AS nanti, dia akan menjelaskan mengenai kegiatan Sobat Bumi meliputi penelitian dan konservasi alam. Misalnya, melakukan konservasi terumbu karang di Labuan Pade Kecamatan Utan dan Ai Loang Kecamatan Moyo Utara, Beach Clean Up di Pantai Labuan Sumbawa Kecamatan Badas, dan menanam puluhan pohon Binong di Kecamatan Batu Lanteh yang merupakan daerah penyangga mata air, serta penghasil terbesar madu hutan Sumbawa. “Kami juga telah menjalin kerjasama dengan Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS) untuk menanam 2000 pohon Binong Oktober mendatang,” kata Fajri—sapaan akrab pemuda yang terpilih sebagai Gubernur “Sobat Bumi” Region Bali Nusra (Udayana, Unram dan UTS) pada Rakernas 2014 belum lama ini.

Baca Juga  Jenderal Bintang Satu Tutup Training of Trainer Sekolah Berkuda Samawa Cendekia

Keberadaan Sobat Bumi ini ungkap Fajri, sebagai wadah penggerak mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin menumbuhkan kepedulian itu sejak masih mahasiswa,” ucapnya.

Ditambahkan Indah Nurulita, mahasiswa FTB yang juga merupakan ketua Tim yang akan berangkat ke Jakarta memenuhi undangan dari Duta Besar AS. Dalam presentasenya nanti akan memaparkan kekayaan Sumbawa berupa madu yang menjadi backround project Tim Sumbawagen. Saat ini mereka tengah mengembangkan penelitian untuk membuat alat kontrol yang mendeteksi besarnya kandungan glukosa dalam madu. “Presentase ini juga yang nantinya akan dipaparkan rekan-rekan kami di Boston Amerika dalam kompetisi IGEM,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda