Ritual “Pecah Kendi” Sambut Penerbangan Wings Air

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (16/08)

Penerbangan Perdana
Penerbangan Perdana

Pesawat Wings Air ATR 72-600 mendarat mulus di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar, Jumat (15/8) sekitar pukul 18.00 Wita. Pendaratan perdana ini sekaligus sebagai awal dimulainya penerbangan komersil membuka jalur baru Lombok—Sumbawa. Penerbangan dari Bandara Internasional Lombok (BIL) tersebut mengangkut sebanyak 64 penumpang. Muncul kebanggaan dari para penumpang karena kedatangan mereka menggunakan Wings Air—anak perusahaan Lion Group, disambut sangat meriah oleh pimpinan daerah dan para pejabat pemerintah, pimpinan BUMN dan pengusaha. Bahkan beberapa di antaranya dikalungi bunga. Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik didampingi Wabup Drs H Arasy Muhkan, Sekda Drs H Rasyidi, Kepala Bandara dan Area Manager Lion Group Sumbawa, Fajar Teguh Santoso, serta pejabat teras lainnya, melakukan pecah kendi sebagai ritual untuk menyambut kehadiran maskapai yang cukup lama dinanti-nantikan.

amdal

Direktur Operasional Wings Air, Captain Redi Irawan menyebutkan dalam melayani rute Lombok–Sumbawa, Wings Air akan terbang satu kali sehari setiap minggunya dan akan menggunakan pesawat ATR-500/600 dengan kapasitas tempat duduk 72 kursi. Jadwal Wings Air yaitu berangkat dari BIL pukul 16.40 dan tiba di Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa pukul 17.10 Wita. Sebaliknya keberangkatan dari Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin pukul 06.20 dan tiba di BIL pukul 06.50 Wita.

Salah satu kemudahan yang ditawarkan Wings Air sebutnya, adalah para penumpang bisa melanjutkan penerbangan dari Lombok ke berbagai kota di Indonesia dengan menggunakan maskapai penerbangan Lion Group yaitu Lion Air dan Batik Air.

Baca Juga  Mulai Bermain Paten, LPPM UTS Gelar Workshop Hadirkan Ahli Bidang HKI

Saat ini Wings Air memiliki total 72 pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 dan akan terus membuka jalur-jalur penerbangan baru dengan tujuan bandara-bandara kabupaten khususnya di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur yang hanya bisa didarati pesawat berbadan kecil. “Sebelumnya kami sudah pernah melayani rute ini tetapi dikarenakan alasan operasional kami terpaksa menghentikan melayani rute ini. Tetapi setelah melihat adanya permintaan yang cukup tinggi dari masyarakat, kami putuskan untuk membuka kembali rute Lombok—Sumbawa Besar-Lombok,” ujarnya.

Sementara Kepala Bandara Sultan Kaharuddin, Ahmad S.Sos menyatakan sarana dan prasarana pendukung dalam menyambut sejumlah maskapai yang sudah dan akan membuka jalur penerbangan ke Sumbawa. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi kendala yang dialami saat pesawat mendarat, termasuk kepentingan lainnya, sehingga sejumlah maskapai ini dapat mempertahankan eksistensi operasionalnya di daerah. Namun demikian, kondisi ini tak akan menjawab persoalan manakala masyarakat dan pemerintah daerah tidak memberikan dukungan dengan memanfaatkan keberadaan pesawat untuk berpergian keluar daerah. Ia berharap semakin menggeliatnya jalur penerbangan, maka kian pesatnya pembangunan khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Jasa Laurent

Untuk diketahui, beroperasinya Wings Air di Sumbawa salah satunya berkat jasa almarhum Ketua Komisi V DPR RI Laurent Bahang Dama. Politisi PAN asal Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur ini sangat mendukung perkembangan dan kemajuan Indonesia bagian timur terutama membuka jalur penerbangan sehingga upayanya berjalan mulus, mengingat ruang lingkup komisinya meliputi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal.

Baca Juga  Verifikasi BPKP Alot, Kasus Bank NTB Belum Tetapkan Tersangka

Hal ini diakui Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc—koleganya di DPR RI. Menurut tokoh nasional asal Sumbawa ini, Laurent sangat menginginkan pembangunan di kawasan Indonesia bagian timur sejajar dengan kawasan lainnya di Indonesia. Karenanya Doktor Zul—akrab politisi PKS yang juga Rektor UTS ini menyatakan sudah sepatutnya Ia selaku putra daerah, pemerintah dan masyarakat Sumbawa memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya almarhum ini. Ia berharap hasil perjuangan almarhum dapat bermanfaat bagi masyarakat dan daerah Sumbawa saat ini dan di masa mendatang.

Seperti diberitakan Ketua Komisi V DPR RI Laurent Bahang Dama meninggal dunia akibat tersengat listrik di kediamannya di Kota Denpasar, Bali. Saat dibawa ke RS Surya Husada, Laurent sudah dalam kondisi tak sadarkan diri. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda