Polisi Tempuh Langkah Hukum, Lenangguar Aman

oleh -1 views
bankntb

Lenangguar, SR (16/08)

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

Pihak kepolisian Polres Sumbawa mengambil langkah hukum terhadap laporan penyimpangan anggaran yang diduga dilakukan Kepala Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar. Hal ini setelah Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) didampingi Kasat Intel IPTU M Hatta SIP dan Kapolsek Lenangguar, IPDA I Wayan Sada menggelar pertemuan dengan kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat di Kantor Desa Lenangguar, Kamis (14/8).

Langkah hukum tersebut disepakati sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan kemelut yang menyebabkan kondusifitas di wilayah Kecamatan Lenangguar terganggu. Sebelumnya warga menyegel kantor desa sehingga selama beberapa bulan pelayanan publik tersendat, dan berniat untuk menyegel kantor camat. Namun aksi itu berhasil dicegah polisi, sekaligus membuka segel kantor desa, Rabu (13/8) kemarin.

Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM yang ditemui usai pertemuan, menyatakan bahwa masyarakat Lenangguar adalah masyarakat yang masih patuh pada aturan hukum. Ini terbukti dari akomodatifnya masyarakat menerima masukan dan pemahaman yang diberikan kepolisian saat pertemuan tersebut. Masyarakat sepakat untuk tidak lagi melakukan aksi yang dapat menghentikan aktivitas pelayanan publik. Bukti lainnya, masyarakat menyerahkan sepenuhnya persoalan yang selama ini menjadi tuntutan mereka untuk diselesaikan melalui proses hukum. “Kami sudah menerima laporan dugaan penyimpangan anggaran diduga dilakukan kades, dan kami siap memprosesnya,” kata Kapolres.

Apapun hasil penyelidikan polisi nanti ujar Kapolres, akan disampaikan dan warga sudah siap menerimanya, karena warga menginginkan adanya kejelasan dan transparansi sesuatu hal yang selama ini menjadi tanda tanya besar bagi mereka, salah satunya soal penggunaan anggaran desa oleh kepala desanya. “Ketika kades dapat memberikan klarifikasi dengan alat bukti yang ada bahwa tidak ada penyimpangan anggaran, maka persoalannya klir. Tapi sebaliknya jika memang ada penyimpangan, tentunya ada pelanggaran hukum yang harus ditindaklanjuti. Kami berharap masyarakat dapat menghormati proses hukum dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” pinta Kapolres.

Baca Juga  Wabup Desak Polisi Tindak Penyegel Sekolah

Untuk diketahui pertemuan itu berlangsung penuh kekeluargaan. Masyarakat sangat antusias dan memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah memberikan perhatian maksimal dalam rangka menciptakan keamanan dan kondusifitas daerah terutama di Kecamatan Lenangguar. Karenanya Kapolres mengingatkan bahwa menjaga kondusifitas bukan tugas kepolisian semata namun semua pihak ikut berperan khususnya masyarakat. Sebab masalah keamanan menjadi tanggung jawab bersama. Kapolres juga berharap pemerintah daerah secepatnya merespon sekecil apapun persoalan sebagai langkah pencegahan agar tidak meluas, dan tidak adanya kesan pembiaran. “Aksi penyegelan di Lenangguar adalah yang pertama sekaligus yang terakhir, jangan terulang lagi karena dampaknya merugikan kita semua,” pungkasnya. (*)  Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda