Polisi Buka Segel Kantor Desa Lenangguar

oleh -1 views
bankntb

Empat Bulan ‘Tersandera’

Sumbawa Besar, SR (14/08)

amdal
AKBP Karsiman SIK MM
AKBP Karsiman SIK MM

Penyegelan Kantor Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar yang telah berlangsung selama 4 bulan, berakhir. Pasalnya, Rabu (13/8) kemarin, aparat kepolisian setempat membuka segel kantor desa tersebut. Langkah ini menyusul upaya persuasif Kapolres Sumbawa beserta jajarannya yang menggelar pertemuan dan negosiasi dengan warga setempat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi tadi malam, mengakui hal itu. Tindakan ini dilakukan setelah kelompok masyarakat hendak menyegel kantor camat. Polisi pun bertindak mencegah rencana warga ini, sekaligus membuka segel kantor desa yang sudah berlangsung selama beberapa bulan. “Kami melakukan upaya mediasi dan negosiasi persuasif sehingga warga paham,” kata Kapolres.

Pihaknya juga telah mengundang tokoh masyarakat Lenangguar untuk menggelar pertemuan malam ini. Langkah tersebut dilakukan agar kasus serupa tidak terulang lagi dan pelayanan pemerintahan dan public di kantor desa berjalan lancar, serta situasi kamtibmas berlangsung kondusif. “Kami ingin masyarakat nyaman mendapat pelayanan dan aparat pemerintah di sana aman dalam bekerja,” ujar Kapolres.

Untuk menjaga situasi ini, Kapolres mengaku telah memerintahkan kapolsek dan jajarannya di Lenangguar mengintensifkan patroli. Bahkan Kapolres juga sudah mengingatkan warga jika masih melakukan penyegelan, terpaksa akan ditindak secara hukum. Karenanya demi kemajuan pembangunan di desa setempat, Kapolres berharap masyarakat memberikan dukungannya. Sebab tindakan yang telah berlangsung selama beberapa bulan itu justru merugikan masyarakat itu sendiri.

Baca Juga  Baru Lulus SMA Dibekuk Simpan Ratusan Gram Sabhu dan Pil Koplo

Sebelumnya perwakilan Pemda dan sekelompok warga melakukan pertemuan terkait tuntutan untuk dilakukan pemeriksaan khusus (Riksus) ulang. Riksus sebelumnya tidak diterima karena diduga tidak transparan. Informasinya, Inspektorat Riksus akan melakukan riksus ulang ini mulai minggu depan.

Camat Lenangguar, Tajuddin SH, mengatakan permintaan warga ini disetujui pihak kabupaten, warga yang sebelumnya sempat berkemah di depan kantor camat akhirnya membubarkan diri.  Dua peleton polisi yang turun langsung dari Polres Sumbawa dan puluhan anggota Sat Pol PP yang sebelumnya juga sempat bernegosiasi dengan warga akhirnya membuka segel kantor desa.

Seperti diberitakan, aksi penyegelan kantor desa didasari rasa tidak puas masyarakat terhadap kepala desanya. Sekelompok masyarakat meminta Kades dipecat karena tidak transparan dalam melaksanakan pembangunan termasuk penyamapaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan semua program kegiatan. Hasil Riksus Inspektorat saat itu menyatakan pelanggaran yang dilakukan Kades Lenangguar hanya bersifat administrative, sehingga belum memenuhi unsure untuk diberhentikan, dan meminta kades memperbaiki laporan pertanggung-jawabannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda