Ribuan K2 Tak Lulus Kembali Diverifikasi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (11/08)

Drs H Hasan Basri, Kepala KBPP Sumbawa
Drs H Hasan Basri, Kepala KBPP Sumbawa

Tidak hanya tenaga honorer Kategori Dua (K2) yang dinyatakan lulus yang datanya diverifikasi dan divalidasi, namun juga berlaku bagi K2 yang tidak lulus. Hal tersebut menyusul surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) No. B.2605/M.PAN.RB/6/2014 tertanggal 30 Juni 2014, yang meminta dilakukan verifikasi dan validasi data terhadap K2 yang dinyatakan tidak lulus.

amdal

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Drs H Hasan Basri, membenarkan permintaan verifikasi dan validasi data K2 yang dinyatakan tidak lulus. “Verifikasi dan validasi ini dilakukan SKPD tempat K2 bersangkutan bekerja. Setelah selesai, barulah BKPP kembali melakukan verifikasi dan validasi ulang,” katanya.

Sasaran verifikasi dan validasi ini menyangkut SK dan ijazah dari K2 bersangkutan. Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan mutlak yang menerangkan memang benar mengabdi di SKPD. “Surat dari atasan masing-masing yang menyatakan K2 ini mengabdi secara terus-menerus juga harus dilampirkan. Hasil verifikasi dan validasi data K2 yang dinyatakan tidak lulus ini harus sudah disampaikan ke Menpan-RB dan BKN tanggal 15 Agustus 2014,” ujarnya.

Disinggung maksud verifikasi dan validasi K2 yang dinyatakan tidak lulus, mantan Kadis Diknas Sumbawa mengaku tidak mengetahuinya secara persis. “Tidak ada perintah lebih terkait hal ini dari Menpan-RB. Kita hanya diminta untuk melakukan verifikasi dan validasi saja,” tegas Haji Bas.

Baca Juga  Wujudkan Rencana Pembuatan Motor Listrik, UTS Datangkan “Si Putra Petir”

Untuk diketahui, di Kabupaten Sumbawa ada sebanyak 1213 K2 yang dinyatakan tidak lulus, sementara yang dinyatakan lulus hanya 547 orang.Mengenai kelanjutan verifikasi terhadap K2 yang dinyatakan lulus tambah Haji Bas, hingga kini datanya masih diverifikasi BKN Regional X Denpasar bersama Reskrim setempat. “Kapan verifikasi ini selesai dilakukan kami belum tahu. Yang pasti yang menentukan lulus tidaknya adalah BKN sesuai hasil verifikasi akhir,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda