Diduga Cabul, Rumah Dukun Dibakar Massa

oleh -24 views
Rumah Dukun
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/08)

Wakapolres Kompol Ferdyan 1Rumah panggung yang berlokasi di Desa Badas, Kecamatan Badas, Sumbawa, dibakar massa. Aksi massa ini buntut dari kasus dugaan pencabulan yang menimpa dua anak di bawah umur yang dilakukan Lalu (50) sang pemilik. Namun saat peristiwa tersebut, Lalu dicari massa berhasil kabur, sedangkan anak dan istrinya selamat dari kobaran api dan mengungsi ke suatu tempat.

amdal

Kasus pembakaran rumah ini terjadi Rabu (6/8) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Massa yang tidak berhasil menemukan Lalu yang dituding sebagai dukun cabul melampiaskan kekesalannya dengan membakar rumah panggung tersebut. Peristiwa ini cukup membuat panik warga sekitar sebab lokasi kebakaran tidak jauh dari Depot Pertamina Badas. Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di TKP. Selain itu polisi melokalisir tempat kejadian perkara untuk mencegah meluasnya aksi tersebut.

Sebelumnya, Rabu (6/8) pagi, orang tua korban pencabulan telah melaporkan secara resmi kasusnya ke Polres Sumbawa. Saat itu juga penyidik PPA Reskrim mendatangi lokasi namun terduga pelaku sudah menghilang. Menurut informasi, Lalu dilaporkan telah mencabuli Nw (16) dan Nb (6)—kakak beradik yang tinggal di salah satu kelurahan di Kota Sumbawa. Bermula ketika orang tua korban mengenal istri terduga. Dari istri terduga inilah diketahui jika terduga pelaku memiliki kemampuan membuka aura. Orang tua korban pun meminta terduga datang ke rumahnya untuk mengobati NW (16) dengan tujuan menghilangkan kesialan dan mendatangkan rejeki. Namun saat itu NW tidak berada di tempat, yang ada hanya NB—adik NW yang masih berumur 6 tahun. Dalam penglihatannya terduga mengatakan rahim NB turun dan sering mengompol sehingga menawarkan diri untuk mengobatinya. Terduga langsung melakukan pengobatan dengan cara mengusap kemaluan korban. Selang beberapa hari kemudian, ibu korban mengajak NW—kakak NB ke rumah terduga. Bahkan ibu korban mempercayakan NW untuk menginap di rumah terduga guna menjalani serangkaian pengobatan. Saat itulah terduga mulai beraksi mencabuli NW upaya untuk memasukkan obat ke dalam tubuh korban. Caranya bukan dengan jari terduga melainkan dengan kemaluannya. Tapi korban menolak sehingga upaya terduga urung dilakukan. Selanjutnya korban menceritakannya kepada ibunya. Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya ibu korban memutuskan melaporkan aksi bejat terduga kepada pihak kepolisian.

Baca Juga  Kejaksaan Kantongi Calon Tersangka PNPM Badas

Wakapolres Sumbawa, Komisaris Polisi (Kompol) Ferdyan Indra Fahmi SIK mengakui adanya laporan kasus dugaan pencabulan ini dan dalam penanganannya penyidiknya dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan orang tuanya, serta sempat mencari terduga di kediamannya namun tidak berhasil ditemukan.

Di tengah proses ini, terjadi kasus pembakaran rumah terduga yang dilakukan sekelompok orang. Kuat dugaan aksi pembakaran ini terkait kasus dugaan pencabulan tersebut. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, karena rumah dalam keadaan kosong. Istri dan anak terduga berhasil selamat, sedangkan terduga hingga kini belum diketahui keberadaannya. “Kami sudah melakukan olah TKP di lokasi pembakaran,” ujarnya.

Terkait kasus dugaan pencabulan, Kompol Ferdyan menyatakan masih dalam penyelidikan dan terlapor masih dalam pencarian. Berdasarkan keterangan dari korban, terduga melakukan praktek pengobatan alternative dan sudah menyentuh alat vital korban. “Keterangan ini masih terus didalami,” katanya.

Meski demikian Ia berharap terduga pelaku menyerahkan diri untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Bagi masyarakat yang mengetahui keberadaannya, diminta untuk menghubungi pihak kepolisian agar segera diambil tindakan. (*) juga dapat dibaca di Gaung NTB

iklan bapenda