Oknum Pejabat Puskesmas Merasa Difitnah

oleh -50 views

Soal Laporan Perselingkuhan

Sumbawa Besar, SR (06/08)

Fitnah 1Tuduhan perselingkuhan oknum pejabat puskesmas yang dilayangkan JN—warga Kecamatan Sumbawa, dinilai telah mencemarkan nama baik dan menyebar fitnah. Penegasan ini disampaikan TM—oknum pejabat puskesmas dimaksud yang memberikan klarifikasi sekaligus bantahannya.

Ditemui Selasa (5/8), TM didampingi istrinya (JH), menegaskan bahwa tuduhan itu adalah fitnah karena semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya sangat tidak benar. “Ini fitnah akbar,” tegasnya.

Ia mengaku kaget mendengar berita terkait tuduhan tersebut. Sebab tuduhan itu mencuat di permukaan ketika hubungan antara dia dan JN tetangganya tersebut berjalan harmonis dan tidak pernah ada permasalahan. Bahkan silaturahim tetap berjalan sampai saat ini. “Saya justru heran, mengapa muncul tuduhan ini terlebih lagi saya dilaporkan secara resmi ke bupati. Apalagi yang dituduhkan tidak pernah saya lakukan seperti ke Mataram atau keluar kota bersama EM (istri JN),” ucapnya.

Sebelumnya diakui TM, isu tentang dugaan perselingkuhan itu samar-samar terdengar dan tidak ditanggapinya. Namun semakin menguat ketika JN mendatanginya untuk meminta klarifikasi. Tentu saja TM dan istrinya kaget, dan sempat meminta klarifikasi balik kepada JN tentang asal muasal isu perselingkuhan ini. Orang yang dicurigai penyebar isu pun sempat datang meminta maaf sekaligus membantah telah menyebar isu. Dalam pertemuan itu JN pun paham sehingga tidak ada persoalan dan hubungan silaturrahim tetap berjalan normal. “Kami bercengkrama akrab, sekali-kali bercanda dan tertawa, dan sempat makan bersama, karena memang tidak ada persoalan di antara kami,” aku TM.fitnah 2

TM bersama istrinya juga sempat berkunjung ke rumah JN setelah mendengar adanya prahara rumah tangga pasangan tersebut. JN digugat cerai oleh EM—istrinya. Sebagai orang yang dekat dan selama ini sudah dianggap saudara sendiri, TM mengaku prihatin dan bersama istrinya (JH) ingin membantu menyelesaikan kemelut rumah tangga JN. Keinginan itu disambut JN dengan baik karena merasa TM dan istrinya adalah bagian dari dirinya. “JN merasa lebih akrab dengan kami daripada saudaranya sendiri yang juga bertetangga. Setiap permasalahan apapun selalu datang ke kami untuk mencari solusi,” kata TM diiyakan JH—istrinya.

Disinggung soal kembali munculnya tuduhan perselingkuhan hingga sampai ke meja bupati, TM mengaku tidak mengetahuinya. Namun dia menduga ada pihak ketiga yang sengaja memanfaatkan dan menguatkan isu menyesatkan ini. Meski demikian dia menanggapinya dengan tidak gegabah dan secara inisiatif mendatangi Dinas Kesehatan selaku institusi yang menaunginya untuk memberikan klarifikasi. Sebab isu yang berbau fitnah ini sangat berpengaruh terhadap nama baik diri, keluarga dan institusi, terlebih lagi karirnya sebagai PNS.

Baca Juga  Kini NTB Punya Monumen Bahari

Sementara JH—istri TM menyatakan keyakinannya kalau suaminya tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan JN. “Perempuan mana yang tidak marah kalau benar suaminya selingkuh. Tapi karena ini tidak benar dan mengada-ngada, saya harus berdiri di depan untuk membela harga diri suami dan sangat tidak yakin suami saya berbuat hal tercela itu,” tegas JH.

Selama ini hubungan selaku suami istri sangat harmonis, dan kemana-mana selalu berdua. “Kalau benar suami saya selingkuh, saya langsung tinggalkan. Saya ini PNS mampu untuk cari makan sendiri,” tukasnya.

Mengenai hubungan bertetangga dengan JN dan EM, JH mengaku cukup baik. Malah JN dan EM sudah dianggap keluarga sendiri. Ketika ada kesibukan pekerjaan, dia selalu meminta bantuan EM untuk mencuci pakaian. Dan EM secara bebas masuk ke dalam rumah ketika dia ingin mengambil makanan atau kebutuhan lainnya. “Apa yang dia mau makan, kami persilahkan ambil sendiri ke dalam rumah, saking kami sudah anggap mereka seperti saudara sendiri,” ujarnya.

Karenanya JH berharap Bupati, Dikes dan Inspektorat dapat mengklirkan persoalan ini sehingga tidak menjadi fitnah, sebaliknya menjadi terang benderang.

Kemudian terhadap fitnah yang dilayangkan JN, TM maupun JH belum mempertimbangkan untuk menempuh upaya hokum. “Kami masih tetap menganggapnya sebagai tetangga dan saudara yang baik, dan tidak ada niat dari kami untuk memutuskan tali silaturrahim,” pungkasnya.

Cemburu Buta

Dihubungi terpisah EM—istri JN, juga membantah telah berselingkuh. Ia mengaku bisa memaklumi munculnya tuduhan itu dari JN, karena memang suaminya tersebut selalu cemburu buta. JN tidak hanya menuduhnya berselingkuh dengan TM (tetangganya di Sumbawa), tapi juga dia dicurigai berselingkuh dengan iparnya di Seteluk. Yang mencengangkan lagi, kata EM, JN menuduhnya berselingkuh dengan tukang ojek. “Jadi saya dituduh bermain serong dengan tiga laki-laki. Ini kan fitnah, tuduhan tanpa bukti,” sesalnya.

Baca Juga  Wanita Dimutilasi, Potongan Tubuh Ditemukan di Kulkas dan Coolbox

Terkait dengan tuduhan dia berangkat ke luar daerah bersama TM, EM secara tegas membantahnya. EM memang mengaku pergi ke Mataram dan Jogja, tapi bukan dengan TM melainkan dengan anaknya, keponakan dan dua orang saudara kandungnya. Puncaknya ketika dia pulang dari Jogja, JN marah-marah dan menganiayanya, bahkan ingin menyembelihnya. JN masih tetap menuduhnya karena mendengar informasi sepihak dari orang lain. “Dia (JN) menerima informasi sepihak dan selalu percaya isu. Dia tidak pernah percaya dengan ucapan dan pernyataan saya,” tukas EM.

Karena ancaman akan disembelih, EM pun memilih kabur ke rumah saudaranya yang tinggal di Gang Tambora III Kelurahan Brang Biji. Setelah berpikir matang, EM pun memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. “Gugatan ini saya ajukan tidak ada tekanan dan pengaruh dari siapapun, ini murni kemauan saya sendiri,” akunya.

Hal tersebut dilakukan karena sudah tidak tahan dengan sikap dan tindakan suaminya yang ringan tangan, cemburu buta dan selalu mengancam hendak membunuhnya.

Diakui EM, tindakannya menggugat cerai mendapat perlawanan dari suaminya yang bersikeras untuk tidak cerai. Dan kuat dugaan penolakan itupun dilampiaskan dengan menyebar tuduhan perselingkuhan yang justru tidak benar samasekali. Yang paling disesalkannya, justru yang menjadi korban tuduhan itu adalah TM dan istrinya JH yang selama ini sangat baik dan sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. “Pak TM dan Bu JH sangat baik, kenapa dituduh yang bukan-bukan. Saya mohon maaf dan berharap Pak TM dan Bu JH melaporkan pencemaran nama baik atas tuduhan JN,” tukas EM.

Untuk diketahui, dia dan JN sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama 20 tahun dan dikaruniai dua orang anak. Sejak gugatan perceraian itu diajukan dan telah dilakukan sidang perdana, EM tinggal bersama keluarganya di Seteluk. Dia bertekad untuk tetap berpisah dengan JN sehingga beban yang dirasakannya selama ini bisa teratasi. (*) Baca juga di Gaung NTB

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.