Kekurangan Dokter, Krisis Analis Kesehatan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/08)

Zulkarnain SKM, Kasubag Kepegawaian Dikes Sumbawa
Zulkarnain SKM, Kasubag Kepegawaian Dikes Sumbawa

Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, meluruskan informasi yang terlanjur terlansir bahwa sebagian besar puskesmas di Kabupaten Sumbawa mengalami ‘krisis’ dokter.

amdal

Menurut Kadis Kesehatan Sumbawa melalui Kasubag Kepegawaian, Zulkarnaen SKM yang ditemui Selasa (5/8), hanya dua puskesmas yang tidak memiliki dokter yaitu Puskesmas Orong Telu dan Buer. Sementara sebagian besar puskesmas memiliki dokter namun dominan diisi dokter PTT, serta belum mampu merespon keinginan Banggar DPRD Sumbawa yang mengharapkan satu puskesmas diisi minimal dua orang dokter.

Sejauh ini Puskesmas Buer, sebut Zulkarnaen, hanya diisi oleh seorang dokter sukarela yang secara ikhlas mengabdikan dirinya untuk memberikan pelayanan kesehatan warga setempat. Bagi yang tidak memiliki dokter seperti Puskesmas Orong Telu, akan disiasati dengan system rujukan antar puskesmas. Pasien akan dirujuk ke puskesmas terdekat yang memiliki dokter. rujukan ke puskesmas terdekat yang memiliki dokter. “Ini kami lakukan agar pelayanan kesehatan terus berlangsung,” ujarnya.

Untuk diketahui sebut Naen—akrab pejabat ini disapa, Puskesmas Alas Barat memiliki satu dokter PNS dan satu sukarela, Alas 2 dokter PNS, Utan, Rhee dan Labuan Badas—masing masing memiliki 1 dokter PNS,  Puskesmas Unit I Sumbawa 1 dokter PNS dan satu PTT, Unit II Sumbawa 1 dokter PNS, Unter Iwis 1 dokter PNS dan satu sukarela, Moyo Utara 1 dokter PNS, Moyo Hilir 1 dokter PNS, Moyo hulu 1 dokter PTT, Lenangguar 1 dokter PTT, Lunyuk 1 dokter PTT, Ropang 1 dokter PTT, Lantung 1 dokter PTT, Lopok dan Lape masing-masing 2 dokter PTT, Maronge, Plampang dan Labangka masing-masing 1 dokter PTT, Empang 2 dokter PTT, Tarano 1 dokter PNS dan Batu Lanteh 2 dokter PTT. “Sebagian besar puskesmas memiliki dokter yang berstatus PTT,” ungkapnya.

Baca Juga  12 Orang Sembuh dari Covid, Paling Banyak Kota Mataram

Pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan ideal ketersediaan dokter di setiap puskesmas. Namun upaya terus dilakukan melalui berbagai macam cara dan peluang yang ada. Secara berkala Dikes tetap mengusulkan kebutuhan CPNS. Seperti yang dilakukan BKPP Sumbawa yang mengusulkan kebutuhan sebanyak 800 PNS pada Tahun 2014, tapi pusat hanya menyetujui 56 formasi melalui seleksi CPNS 2014, itupun tersebar di sejumlah SKPD. “Jadi kita belum tahu dari 56 orang yang disetujui pusat, berapa pengalokasian untuk tenaga kesehatan baik perawat, bidan dan dokter,” beber Zulkarnaen.

Upaya lain yang dilakukan Dikes, adalah terus meraih peluang yang ada, sebagaimana yang telah dilakukan belum lama ini merekrut 19 orang dokter melalui jalur khusus. Dikes juga mengusulkan agar pusat tetap menempatkan dokter PTT di daerah ini, yang tahun ini sudah ada tiga orang dokter umum dan dua dokter gigi PTT yang siap ditempatkan. “Semua cara kami lakukan termasuk mengintip dan meraih peluang yang ada demi terpenuhinya pelayanan kesehatan khususnya di semua puskesmas,” ujar Zulkarnain.

Di bagian lain, Naen mengaku Sumbawa terutama di puskesmas mengalami krisis tenaga analis. Dari semua puskesmas, hanya 8 yang memiliki tenaga analis kesehatan. Dia berharap melalui berbagai program pemerintah, tenaga yang sangat vital ini secara bertahap akan terpenuhi. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda