Sumbawa Harus Punya Taman Pintar

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (27/07)

Taman Pintar Yogyakarta
Taman Pintar Yogyakarta

Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si berharap Kabupaten Sumbawa ke depan memiliki taman pintar yaitu taman yang mengintegrasikan konsep pembelajaran dengan rekreasi. Taman pintar ini dilengkapi dengan planetarium, laboratorium, bioskop, dan semua sarana ilmu pengetahuan. Dan taman ini sudah ada di Yogyakarta yang merupakan kota pendidikan yang pernah dikunjunginya. Menurut Sambirang, ketika memasuki pintu gerbang taman pintar, langsung disambut oleh area yang disebut sebagai Playground Arena. Jalan masuk dari pintu gerbang terpecah menjadi 2 oleh sebuah koridor yang terdiri atas 3 tiang berbentuk segitiga di masing-masing sisinya. Air akan menyembur dari masing-masing tiang tersebut hingga membentuk sebuah koridor air. Di ujung koridor ada sebuah gong bertuliskan “Gong perdamaian Nusantara (sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa)”. Di sekeliling gong tersebut nampak logo dari semua propinsi dan kabupaten yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

amdal

Taman pintar 2Berbagai permainan menarik dan mendidik dengan nama menggelitik terdapat di Playground Arena ini. Selain Koridor Air, ada Parabola Berbisik, Dinding Berdendang, Pipa Bercerita, Cakram Spektrum Warna, Air Menari, Forum batu, Tapak pintar, Desaku Permai, Sistem Katrol, Rumah pohon, Jembatan Goyang, Jungkat-jungkit, dan Istana Pasir.

Permainan-permainan ini dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan minat anak terhadap sains. Parabola berbisik misalnya, adalah 2 orang yang berdiri saling membelakangi di depan 2 buah parabola yang berjarak sekitar 10 meter. Jika salah satu orang membisikkan sebuah kalimat ke parabola yang ada di depannya, maka orang lain yang ada di depan parabola yang satunya lagi akan bisa mendengar kalimat itu. Permainan ini mengajarkan tentang prinsip penghantaran rambat gelombang. Jadi parabola itu berfungsi untuk menghantarkan rambat gelombang suara ke masing-masing titik focus. Sementara itu Dinding Berdendang adalah sebidang tembok berwarna merah yang ditempeli gendang-gendang dengan berbagai macam ukuran yang jika dipukul akan menghasilkan suara-suara dengan nada yang berbeda. Permainan ini menggambarkan hubungan antara tinggi rendahnya nada dengan luas permukaan gendang.

Baca Juga  Ketua Dewan Kopi Nasional Puji Rasa Kopi Tepal Sumbawa

Juga terdapat pohon-pohon rindang dan taman-taman rumput lengkap dengan papan bertuliskan “tolong jangan injak aku”. Playground Arena ini juga dilengkapi dengan beberapa stand yang menjual minuman dan aneka makanan kecil. “Masih banyak arena lain yang sangat mendidik seperti Zona Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ruang Sains dan Teknologi, Perpustakaan, Ruang Profesi, Ruang Budaya dan Religi, serta Ruang Komputer Kids, Ruang Puzzle Balok, Ruang Pertunjukan dan Karaoke, serta Ruang Petualangan,” beber Sambirang.

Belum lagi Gedung Oval yang didalamnya terdapat layar TV di lantai, sayap kanan dan kiri ruangan yang menayangkan video penelitian tentang terbentuknya alam semesta, kehidupan pra sejarah, dan lainnya. Ada juga alat-alat Iptek sederhana seperti Whimshurst Machine, Generator Van de Graft, air track (rel udara), peta kenampakan alam Indonesia lengkap dengan lampu-lampu kecil warna-warni yang menandai letak gunung, sungai, danau, dan sebagainya, pemadam kebakaran otomatis, pendeteksi banjir, tempat wudhu otomatis yang langsung menyala begitu lantainya terinjak. “Saya optimis Taman Pintar ini akan bisa terwujud di daerah kita dan lokasi yang paling pas untuk menjadi Taman Pintar adalah Taman Kerato,” usul Sambirang.

Keberadaan Taman Pintar ini lanjut Sambirang, selain untuk ilmu pengetahuan juga dapat menjadi sumber penerimaan daerah yang cukup potensial. Ia berharap ini menjadi agenda pemerintah dan anggota DPRD periode mendatang untuk diwujudkan.

Baca Juga  Masih Banyak Lahan Sekolah Belum Bersertifikat

Hal ini sangat penting mengingat ke depan Sumbawa akan menjadi pusat pertumbuhan lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal. “Sekarang sudah mulai dengan banyaknya perguruan tinggi yang menjadi pertanda Sumbawa ke depan sangat mungkin menjadi kota pendidikan,” ujarnya.

Apalagi Sumbawa telah ditetapkan menjadi ibukota Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang tentunya harus menyiapkan infrastruktur pendukung terutama memperbanyak infrastruktur bidang pendidikan. “Jika sudah terpenuhi orang luar akan berbondong-bondong datang ke Sumbawa untuk belajar. Ini mimpi yang harus terwujud,” demikian Sambirang. (*)

 

iklan bapenda