Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa “Pray For Gaza”

oleh -1 views
samawarea.com
bankntb

Dana Terkumpul 5,2 Juta

Sumbawa Besar, SR (21/07)

amdal

Peduli Palestina 1Seratus pelajar SLTP dan SLTA se-Kabupaten Sumbawa mengikuti kegiatan “Pray For Gaza” yang berlangsung di SMK Kesehatan Islam (SMK Farmasi), Jum’at, (18/7) lalu.

Kegiatan yang digagas SMK Farmasi bersama SMA Islam dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumbawa ini untuk memberikan dukungan moril dan doa kepada rakyat Palestina yang tengah dibombardir tentara Israel.

Ketua Panitia Kegiatan, Fajrin Sakinah kepada Gaung NTB, Sabtu (19/7) mengatakan, kegiatan “Pray For Gaza” tersebut digelar dengan dua alasan utama. Yaitu karena Negara Palestina merupakan salah satu situs peninggalan Islam terbesar di dunia yang di tempat itu  terdapat tempat suci bagi umat Islam seluruh dunia yaitu Masjidil Aqsha. Alasan lainnya yakni adalah kemanusiaan, karena peristiwa yang terjadi di Palestina sekarang ini sebuah bentuk penjajahan, penindasan dan kesewenang-wenangan Israel terhadap rakyat dan Negara Palestina, sekaligus bentuk penodaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) oleh kaum Zionis.

Hal tersebut cetus Fajrin, bertentangan dengan Konstitusi Negara Indonesia yang terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan pri-keadilan”.

Lebih lanjut dijelaskan Fajrin–siswa kelas X SMK Farmasi ini, bahwa “Pray For Gaza” bertema ‘Air Mata Palestina adalah Duka Kita’ sebagai bentuk konstribusi pelajar di Kabupaten Sumbawa khususnya Kota Sumbawa untuk mendukung perjuangan Kemerdekaan Negara Palestina.

Baca Juga  Hj. Erica : Anak Perlu Keteladan dan Lingkungan yang Ramah

Pelajar yang akrab disapa Airin ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelajar yang sudah berpartisipasi untuk hadir dan memberikan sumbangsih pada kegiatan tersebut.

Adapun pelajar peserta pada kegiatan “Pray For Gaza” sebutnya, antara lain siswa dari SMAN 3 Sumbawa, SMKN 1 Sumbawa, MAN 1 Sumbawa, MA Daarul Ikhlas, SMA Muhammadiyah, SMA Islam Sumbawa, SMK Farmasi Sumbawa, SMK 45 Sumbawa, MTsN Sumbawa, SMPN 1 Sumbawa, dan SMPN 4 Sumbawa. Selain pelajar, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Samawa Student Center (SSC), Komite Nasional untuk Rakyat Palestina  (KNRP) Kabupaten Sumbawa, dan beberapa mahasiswa dari Universitas Samawa (UNSA).

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Sumbawa, Drs H Umar Hasan yang membuka kegiatan tersebut dalam sambutanya berpesan agar masyarakat selalu menjaga kehidupan yang harmonis antar pemeluk agama dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya gesekan antar umat beragama.

Haji Umar Hasan juga menyampaikan sejarah singkat penjajahan Zionis Israel atas Negeri Palestina, dan menyeru kepada semua Umat Islam untuk bersatu mengecam kebiadaban Israel.

Puncak dari kegiatan kemanusiaan itu, dilakukannya penggalangan dana oleh seluruh  peserta dengan melakukan long march dari SMA Islam menuju Jalan Garuda, tepatnya di Depan Kantor Bupati Sumbawa, sekaligus pembagian bunga. Dari kegiatan ini berhasil  terkumpul dana sebanyak Rp 5.217.500. Dana yang terkumpul kemudian akan disalurkan ke Gaza melalui KNRP Kabupaten Sumbawa yang kemudian akan diteruskan kepada KNRP pusat, yang selanjutnya diantarkan langsung oleh perwakilan KNRP ke Jalur Gaza.

Baca Juga  Selamat Datang Mahasiswa se ASEAN di Sumbawa

Sementara penanggung jawab kegiatan Kusriawansyah S.Pd, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menjadi motivator bagi siswa yang lain untuk terus melakukan penggalangan dana di sekolah masing-masing yang nantinya akan disalurkan untuk Rakyat Palestina.

Kusrianyah mengaku terharu dengan respon pelajar yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlebih pada saat sesi Taujih oleh Sekretaris KNRP Kabupaten Sumbawa, Sudirman, SPd.I, peserta terlihat larut duka yang mendalam mendengar gambaran kondisi di Palestina. Pasalnya sebagian korban kebiadaban Israel adalah warga sipil yang terdiri dari para wanita dan anak-anak. (*)

 

iklan bapenda