Kolaborasi PAUD dan PNPM GSC Diperkuat 

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/07)

PAUD Sumbawa 1Kasi PAUD Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa, Mukhlis S.Pd, meminta kepada Fasilitator PNPM Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) Kabupaten hingga kecamatan untuk lebih memperkuat koordinasi dalam program kolaborasinya dengan PAUD guna mengintensifikan layanan PAUD di daerah ini. “Setelah Puasa Ramadhan, kita perkuat dan mengintensifkan lagi lembaga layanan PAUD yang diintervensi program PNPM,” katanya.

Hal itu penting dilakukan karena dalam 2014 ini koordinasi dengan PNPM kurang bagus setelah terkendala adanya pergantian personil Fasilitator PNPM GSC Kabupaten, sehingga informasi yang terkait dengan pembinaan dalam bentuk penguatan PAUD yang diintervensi PNPM GSC, seperti Posyandu ataupun BKB, agak terhambat.

Dari sinergitas tersebut, lanjut Mukhlis, capaian angka keterlayanan Anak Usia Dini (AUD), maupun pemenuhan kebutuhan esensial anak yang lainnya, seperti kesehatan, perawatan, gizi, pengasuhan, perlindungan serta peningkatan kapasitas orang tua makin meningkat. Ini yang menjadi sasaran awalnya, dari kolaborasi program GSC dengan PAUD di Kabupaten Sumbawa. “Untuk koordinasi secara nonformal kemarin sudah kita sepakati dengan Fasilitator PNPM GSC Kabupaten yang baru, kita akan coba memulai dengan mengevaluasi capaian yang sudah diraih selama 2014 ini,” ujarnya.

Dari kegiatan evaluasi tersebut nantinya diharapkan ada langkah kongkrit untuk mengejar dan menyempurnakan kekurangan dalam pelaksanaan program selama ini. Salah satu agenda penting yang disepakati, adalah akan dilakukan pertemuan bersama dengan seluruh fasilitator kecamatan maupun pendamping lokal PAUD yang terlibat dalam program kolaborasi setiap bulannya. “Kita akan evaluasi, masukan dan laporan dari teman di bawah, pendamping lokal maupun fasilitator di 12 kecamatan yang diintervensi GSC. Kita tindaklanjuti segera apa yang menjadi komitmen dan tanggung jawab kita masing-masing,” tandas Mukhlis.

Baca Juga  OPINI: Hutan Kau Babat Banjir Kau Dapat

Untuk diketahui, program kolobarasi PNPM GSC dan PAUD di Sumbawa baru dilaksanakan 2013 lalu sebagai piloting project. Dilihat dari progressnya selama 2013, program ini dianggap berhasil, sehingga tahun ini dilanjutkan kembali. Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi bank dunia, ada ketercapaian yang cukup signifikan khususnya keterlayanan anak usia 3-6 tahun di Sumbawa, sehingga dapat dilanjutkan. “Sekarang kita sudah siap untuk action,” tukasnya.

Menurut Mukhlis, focus dari program kolaborasi ini, pasti angka keterlayanan. Apalagi sekarang sudah menuju kepada cita-cita satu dusun satu PAUD mengingat Posyandu ini sudah sampai ke tingkat dusun. Apabila lembaga Posyandu diperkuat keterlayanan dan mutunya, akan menjadi cikal bakal munculnya lembaga baru yang kuat, sehingga ada keberlanjutan. Faktor lain, adalah kualitas dan mutu layanan. Kata kuncinya, meningkatkan kompetensi kader yang diharapkan menjadi tenaga pendidik PAUD. “Kemarin Labuan Badas sudah mulai difasilitasi kegiatan pelatihan buat kader Posyandu dan BKB yang akan dipersiapkan sebagai tendik PAUD. Diharapkan kecamatan lain yang mendapatkan intervensi PNPM GSC bisa melakukan hal serupa. Sebentar lagi Empang dan Lopok, Lantung menyusul,” harapnya.

Pada intinya, terang Mukhlis, koordinasi mesti terbangun secara baik. Sebab selama ini banyak program yang terlaksana di tingkat bawah tidak tepat sasaran, hanya karena tidak adanya koordinasi. Anggaran menjadi sia-sia dan tidak terpakai, bahkan kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Karenanya diharapkan Fasilitator PNPM GSC dari tingkat kabupaten hingga Kecamatan bisa berkoordinasi dengan PAUD Diknas.

Baca Juga  PENANGANAN DAMPAK PANDEMI COVID-19 DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Dia mencontohkan pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) yang bisa dibiayai PNPM. Namun di lapangan tidak dapat difungsikan maksimal, karena hanya sekedar diadakan saja secara seragam tanpa melihat kebutuhan dan kecocokan.

Insentif Tendik Dicairkan

Pada kesempatan yang sama, Mukhlis menginformasikan, insentif sebanyak 500 tenaga pendidik (tendik) mulai dicairkan untuk triwulan ketiga. Insentif yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten tersebut masih terbatas baik nilai maupun jumlah orang yang mendapatkan. Sebab dari 2000 lebih tendik PAUD di Sumbawa baru 500 orang yang mendapatkan insentif dimaksud. Untuk itu melalui program PNPM GSC, terbuka peluang adanya tambahan insentif bagi tendik di kecamatan yang diintervensi progam GSC. (Gac)

 

iklan bapenda