Fasprop Absen, Faskab Berikan Keterangan

oleh -0 views
bankntb

Penyelidikan Kasus PNPM Lunyuk

Sumbawa Besar, SR (16/07)

amdal
Sugeng Hariadi SH MH, Kajari Sumbawa Besar
Sugeng Hariadi SH MH, Kajari Sumbawa Besar

Kejaksaan Negeri Sumbawa terus melakukan penyelidikan secara intensif kasus dugaan pembobolan dana PNPM MP dan PNPM GSC Tahun 2013 di Kecamatan Lunyuk senilai Rp 1,3 M. Setelah meminta keterangan sejumlah pengurus PNPM setempat, Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan melayangkan Fasilitator Propinsi (Fasprop). Namun pihak propinsi ini belum dapat memenuhi panggilan kejaksaan. “Kami akan kembali melayangkan panggilan untuk yang kedua kalinya, karena keterangan Fasprop PNPM ini sangat penting dalam mendukung data dan keterangan yang sudah dihimpun tim kami,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/7).

Kendati demikian, lanjut Kajari, Fasilitator Kabupaten (Faskab) Sumbawa, Ahmad Fuad, telah datang memenuhi panggilan kejaksaan. Di hadapan jaksa, Faskab menjelaskan tentang alur pelaksanaan program PNPM MP maupun PNPM GSC secara umum, termasuk di wilayah Kecamatan Lunyuk.

Rencananya kejaksaan masih akan memanggil sejumlah saksi lainnya, termasuk Fasilitator Kecamatan dan beberapa pengurus UPK (Unit Pelaksana Kegiatan).

Seperti diberitakan, pembobolan dana PNPM di Lunyuk ini diduga melibatkan mantan pengurus UPK (Unit Pelaksana Kegiatan). Hal ini terungkap ketika tim kejaksaan mulai menyelidiki kasus ini sejak Januari 2014 yang diawali dengan pemeriksaan Ketua UPK PNPM Lunyuk, Syaiful Rahman. Ketua UPK ini dimintai keterangan karena saat terjadinya kasus dugaan pembobolan anggaran PNPM itu pada Tahun 2013, menjabat sebagai Sekretaris UPK. Anggaran program yang dialokasikan untuk kegiatan bidang pendidikan, kesehatan, dan simpan pinjam, termasuk pekerjaan fisik ini diduga digelapkan oknum mantan pengurus Tahun 2013. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Hasil Tes Urine, Prajurit Kodim Jembrana Bebas Narkoba