BPOM Ujilab Sampel Takjil Ramadhan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (16/07)

Drs I Gede Nyoman Suandi, Kepala BOM Mataram
Drs I Gede Nyoman Suandi, Kepala BOM Mataram

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTB, melakukan pengawasan pangan di Kabupaten Sumbawa, sejak Selasa (15/7). Dengan menggandeng Dikes dan Disperindag Sumbawa, Tim BPOM ini dilengkapi dengan Mobil Laboratorium Keliling yang langsung menguji sejumlah sampel makanan dan minuman di salah pusat perbelanjaan takjil buka puasa “Opik” wilayah Jembatan Bugis, Sumbawa.

Mie, tahu, ikan dan sayuran serta buah yang dijajakan diuji untuk memastikan aman untuk dikonsumsi, serta bebas dari bahan pengawet dan zat yang berbahaya bagi kesehatan. Di tempat itu juga Tim BPOM melakukan penyuluhan sembari memperlihatkan makanan, minuman, dan obat-obatan yang mengandung borax, formalin dan rodamin B.

Kepala BPOM NTB, Drs I Gede Nyoman Suandi yang dikonfirmasi di lokasi, mengatakan, pengawasan pangan ini digelar selama Bulan Suci Ramadhan. Pengawasan secara langsung ini dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Pulau Sumbawa dengan sasaranan pusat penjualan takjil dan pasar. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat terhadap penggunaan bahan berbahaya dalam pangan. “Kami langsung turun menggunakan mobil laboratorium keliling, agar sample makan dan minuman yang kami dapat di lokasi dapat segera diketahui kandungannya, jika terbukti mengandung bahan berbahaya langsung ditarik untuk tidak perdagangkan,” kata Nyoman Suandi—akrab pejabat baru pindahan dari Medan ini.

BPOM Ujilab Sampel makanan
BPOM Ujilab Sampel makanan

Selanjutnya BPOM akan berkoordinasi dengan Dikes dan Disperindag untuk melakukan pembinaan kepada pedagang yang terbukti menjual makanan berisiko ini. Berdasarkan kajian dan temuan di lapangan, jelas Nyoman Suandi, formalin banyak ditemukan pada tahu, ikan dan daging. Biasanya makanan (ikan dan daging) yang mengandung formalin terlihat putih bersih, bau menyengat dan tidak dihinggapi lalat.

Baca Juga  Denmark-NTB Jalin Kerjasama Wujudkan Lingkungan Hijau Berkelanjutan

Sedangkan Borax yang dikenal untuk memperbaiki tekstur pangan, banyak ditemukan pada mie, bakso dan kerupuk. Sementara Rodamin B yang merupakan pewarna ditemukan pada minuman, dan jelly.

Karenanya masyarakat selaku konsumen diharapkan dapat mengetahui makanan dan minuman yang layak untuk dikonsumsi. Bagi pedagang diingatkan untuk tidak lagi menjual makanan atau pangan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Jika membandel akan diberikan tindakan tegas. “Apabila saat ini kami menemukan pangan yang mengandung zat berbahaya, seminggu lagi kami kembali turun untuk mengecek apakah masih ada lagi. Ini kami lakukan untuk membuktikan apakah kooordinasi kami dengan Dikes dan Disperindag sudah berjalan atau tidak,” tandasnya.

Yulianto (45) salah seorang warga Panto Daeng yang dimintai tanggapannya, menyambut positif kegiatan BPOM, karena bertujuan untuk melindungi masyarakat selaku konsumen. “Masyarakat harus tahu apa hasil dari ujilab BPOM, sehingga mengetahui bahan pangan apa yang layak dikonsumsi,” kata Anto—akrab dia disapa.

Yang paling penting, sambung Anto, tidak hanya melakukan ujilab, BPOM juga harus aktif turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi seperti apa makanan yang sehat, dan ciri-ciri makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya sehingga masyarakat lebih selektif dan hati-hati memilih makanan untuk dikonsumsi. (*)

iklan bapenda