Nyoblos, Tahanan Dikawal Polisi Bersenjata Lengkap

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/07)

Belasan Tahanan Nyoblos
Belasan Tahanan Nyoblos

Meski secara fisik terkungkung di balik terali besi, namun belasan tahanan di Mapolres Sumbawa menggunakan hak politiknya secara bebas. Hal ini dibuktikan pada hari Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli hari ini. Sebanyak 14 dari 19 tahanan Polres Sumbawa dari beragam kasus kriminal memberikan hak pilihnya untuk memilih pemimpin Indonesia lima tahun ke depan. Secara bertahap para tahanan ini memberikan hak pilihnya di TPS 8 Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, atau sekitar 50 meter Mapolres Sumbawa. Mereka mendapat pengawalan ketat oleh sedikitnya 7 anggota bersenjata lengkap. Tampak dari para tahanan ini dua tersangka kasus pengrusakan Sekretariat AMMPETAS, dan kasus dukun cabul dari Pulau Kaung. Sedangkan facebooker tersangka kasus pencabulan terhadap siswi SMP, tidak terlihat. Menurut Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) Polres Sumbawa, AIPTU M Ibnu, tersangka berinisial JK itu dalam kondisi sakit. Selain itu ada beberapa tahanan yang tidak memberikan hak pilihnya di TPS 8, sebagian di bawah umur, dan lainnya telah dipindahkan ke Lapas Klas II Sumbawa.

Ketua KPPS 8 Kelurahan Bugis, Lorens mengatakan, jumlah pemilih di TPS yang tercatat di dalam DPT mencapai 202 orang, dan mendapat tambahan 14 orang tahanan Polres Sumbawa yang memberikan hak pilihnya dengan membawa bukti formulir C6. Namun masih ada peluang untuk penambahan jumlah pemilih, mengingat pencoblosan dapat menggunakan KTP.

Baca Juga  Kadis PU Bakal Polisikan Oknum Dewan

Untuk diketahui, proses pencoblosan di TPS 8 ini dipantau langsung Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag bersama rombongan. Menurut Syukri—akrab komisioner KPU ini disapa, para tahanan ini masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK) yang dilengkapi dengan formulir C6. Pada Pileg sebelumnya, mereka tidak memberikan hak pilih, karena tidak dilengkapi dengan formulir dimaksud.

Aman dan Lancar

Sejauh pantauannya di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa, proses pemilihan dan perhitungan berjalan aman, lancar dan tertib. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, hanya ada beberapa TPS yang mengalami kekurangan C1 yang disebabkan salah hitung, tapi sudah dapat diatasi.

Mengenai tingkat partisipasi pemilih, Syukri memprediksikan meningkat terlihat dengan antusiasnya masyarakat. Meski agak kesiangan datang ke TPS, namun mereka tetap memberikan hak pilihnya. “Memang kita akui jam pagi agak telat karena mungkin pengaruh piala dunia (semi final Brazil Vs Jerman),” akunya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga kondusifitas sehingga Pilpres di daerah ini berjalan sukses, dan berharap tetap terjaga hingga penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih. “Siapapun yang terpilih itulah pilihan rakyat Indonesia, dan itulah presiden yang harus kita hormati secara bersama-sama,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda