Piala Dunia Bisa Picu Anjlok Partisipasi Pemilih

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/07)

Partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pilpres 2014 bakal minim. Hal ini bisa terjadi karena sesaat sebelum pencoblosan, digelar pertandingan Semi Final Piala Dunia antara Brasil versus Jerman. Apalagi pertandingan dua kesebelasan ternama dan paling banyak penggemar ini berlangsung pukul 04.00 dinihari dan diperkirakan berakhir pukul 07.00 Wita, ini apabila ada perpanjangan waktu atau adu pinalti.

amdal

Tentu saja penggila bola yang sebagian besar para wajib pilih ini akan diterpa rasa kantuk yang kemungkinan akan nyenyak hingga akhir pencoblosan di TPS.

Sejumlah warga yang ditemui  Senin (7/7) kemarin, mengaku lebih baik memilih menonton Piala Dunia daripada mencoblos. Mereka lebih menganggap menonton pertandingan Brazil Vs Jerman adalah momen yang bersejarah, daripada memilih pemimpin yang akan menentukan masa depan mereka untuk lima tahun ke depan. “Lebih baik nonton bola dan tidur, apalagi suara kita di Sumbawa tidak diperhitungkan karena persentasenya terlalu kecil bila dibandingkan daerah lain apalagi di Pulau Jawa,” kata salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya. Warga lainnya juga tak jauh beda. Nonton sepakbola piala dunia menjadi alasan baginya untuk golput karena memang tidak respek dengan dua calon pemimpin tersebut. “Kami selalu disuguhkan dengan informasi kebobrokan dari dua pasangan itu. Daripada kami memilih yang tidak benar, lebih baik kami tidak memilih. Ya setelah nonton bola, kami tidur,” celetuk warga lainnya.

Baca Juga  Debat Kandidat di Sumbawa Bakal Seru

Meski demikian ada juga warga ‘maniak bola’ yang berusaha untuk tetap memberikan hak pilihnya pada Pilpres 9 Juli besok, sebab salah satu pasangan menjadi idolanya. “Tapi tergantung mas, itu kalau saya tidak tidur dan kelolosan hingga masa pencoblosan berakhir,” ujarnya.

Ungkapan sejumlah warga ini harus menjadi perhatian serius KPU selaku penyelenggara Pemilu. Tidak hanya sukses pelaksanaan, tapi juga sukses dalam mendongkrak jumlah pemilih.

Sementara Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Sumbawa, Aryati S.Pd, mengaku optimis partisipasi pemilih akan meningkat dibandingkan Pileg. Jauh sebelumnya, pihaknya sudah memasang informasi Pilpres baik melalui media massa maupun baliho, di samping mengintensifkan penyuluhan terutama dalam menjaring pemilih pemula.

Secara terpisah Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik menghimbau masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan hak pilihnya, karena satu suara akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun ke depan. Untuk menyukseskan Pilpres ini, Bupati meliburkan aparaturnya pada 9 Juli bertepatan dengan pelaksanaan pemungutan suara. (*)

iklan bapenda