Bulan Puasa, Sepi Kunjungan WNA

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/07)

I Made Sudharta S.Sos, Kepala Imigrasi Sumbawa
I Made Sudharta S.Sos, Kepala Imigrasi Sumbawa

Bulan Puasa dan jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kabupaten Sumbawa, hotel sepi dikunjungi Warga Negara Asing (WNA) atau turis mancanegara. Kondisi ini sangat jauh berbeda dari biasanya yang beberapa hotel di antara kerap menjadi transit tamu asing. Kepala Imigrasi Klas II Sumbawa, I Made Sudarta S.Sos didampingi Lukie Reza SH selaku Kasubsi Pengawas Keimigrasian, mengakuinya berdasarkan hasil pengawasan di lapangan dari ujung Bima hingga KSB. Dari keterangan pemilik hotel ungkap Made Sudarta, minimnya tamu asing kemungkinan ada kekhawatiran mereka terjadi gejolak pasca Pilpres. Namun kemungkinan itu tidak memiliki alasan yang kuat, mengingat kondisi Sumbawa dan kabupaten lain di Pulau Sumbawa dalam keadaan kondusif.

Tapi dari hasil serapan jajarannya di lapangan, kata Made Sudarta, minimnya WNA akibat dari mandegnya transportasi penerbangan terutama di Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa. Rata-rata tamu asing ingin langsung dari Bali menuju Sumbawa, dan hanya menetap dalam waktu yang singkat. “Tidak lancarnya aktivitas penerbangan ini menjadi salah satu factor pemicu enggannya tamu asing berkunjung,” kata Made Sudarta.

Meski lesunya kunjungan WNA, pengawasan yang dilakukan jajaran Imigrasi Sumbawa tidak pernah kendor. Setiap hotel didatangi, dan sigap menindaklanjuti laporan atau informasi yang diberikan Tim PORA (Pengawasan Orang Asing) yang telah dibentuk di setiap kabupaten/kota wilayah Pulau Sumbawa dan merupakan gabungan dari sejumlah institusi.

Baca Juga  Manajemen Baru PTNNT Komit Perhatikan Rakyat

Untuk diketahui, keberadaan WNA yang menetap di wilayah kerja Imigrasi Sumbawa sudah berkurang sangat signifikan. Seperti di Batu Hijau, Maluk, KSB, dari 100 orang WNA kini sudah menyusut menjadi sekitar 20-an orang. Banyak dari mereka yang pulang ke negaranya kemungkinan dampak dari kondisi perusahaan (PTNNT) dan subkontraktornya di proyek Batu Hijau yang memprihatinkan. Sedangkan di daerah lain masih dalam batas transit, dan sebagian kecil untuk kepentingan wisata. (*)

iklan bapenda