Hasil Cek Fisik Kapal 2,4 M Dikantongi Polisi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/07)

ITS Ahli kapal 1Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan tiga unit kapal bantuan APBN melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa senilai Rp 2,4 miliar, memasuki babak baru. Seperti kasus tersebut menemui titik terang. Hal ini setelah Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, menerima hasil pengecekan fisik tiga unit kapal tersebut dari Tim Ahli Institut Tekhnologi 10 Nopember Surabaya (ITS), Kamis (3/7).

amdal

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM, kemarin, mengakui telah menerima hasil pengecekan fisik yang baru saja dikirim Tim Ahli ITS, setelah menunggu satu setengah bulan. Dokumen setebal 200-an halaman tersebut telah diserahkan kepada penyidiknya untuk dibedah dan disingkronkan dengan data spesifikasi pekerjaan proyek yang tercantum di dalam kontrak. “Kami akan cocokkan yang tertuang di dalam dokumen kontrak dengan hasil cek fisik oleh tim ahli. Dalam waktu dekat hasilnya akan kami publikasikan,” kata Kapolres.

ITS Ahli kapal 2Untuk diketahui, sebelumnya Tim ITS yang beranggotakan Rahardian Lingga ST dan Susanto SE melakukan pemeriksaan tiga unit kapal bantuan APBN melalui Program Pembinaan dan Pengembangan Kapal Perikanan, Alat Penangkapan Ikan dan Pengawakan Kapal Perikanan Kemenlutkan. Pengecekan ini dilakukan secara marathon hingga beberapa hari. Pengecekan oleh tim ITS ini sebagai tindaklanjut dari permintaan sekaligus paparan penanganan kasus yang dilakukan penyidik Tipikor Polres Sumbawa, AIPTU Sumarlin dan Brigadir Novan di Ruang Sidang Fakultas Tekhnologi Kelautan ITS di Surabaya. Penyelidikan kasus ini dimulai Januari 2014 setelah adanya laporan masyarakat yang menduga pengadaan 3 unit kapal yang diperuntukkan bagi tiga kelompok nelayan, menyalahi spesifikasi. Satu unit kapal berkapasitas lebih dari 30 GT senilai Rp 1,3 miliyar diberikan kepada H Ramli selaku Ketua Kelompok Dita Bahari Pulau Kaung Kecamatan Alas. Kemudian dua unit lainnya, 20 GT dan 5 GT senilai Rp 1,1 M lebih diberikan kepada A Rahman Ketua Kelompok SPP Mandiri, dan Mus Mulyadi Ketua Kelompok SMS—keduanya berada di wilayah Desa Labuan Kecamatan Badas. Tiga ketua kelompok ini sudah dimintai keterangannya. Sejumlah saksi lain yang telah dipanggil di antaranya, Ir Widodo S.ST, M.Si selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Didi Eko Prasetyo (rekanan dari PT Banyuwangi Perkasa, Jatim), panitia penerima pekerjaan yaitu M Ali SE, Heri Sucitra S.Pi dan M Saad S.Ap. Tak hanya itu, tim penyidik Tipikor yang dikomandani Aiptu Sumarlin telah memanggil dan memeriksa Zulfadli Tanjung ST sebagai Konsultan Pengawas dari PT Angga Anugerah. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Istri Anak Diterlantarkan, Suami Jadi Pesakitan