Ternyata Kadis Tahu Korupsi Retribusi Menara

oleh -1 views
bankntb

Jauh Sebelum Ditangani Jaksa

Sumbawa Barat, SR (03/07)

amdal
Manawari S.Sos, Kadishubkominfo KSB
Manawari S.Sos, Kadishubkominfo KSB

Siapa oknum yang terlibat di balik kasus dugaan korupsi retribusi menara Telekomunikasi Tahun 2013 di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, terus menjadi topik hangat yang dibicarakan.

Sebagai pimpinan di SKPD tersebut, Kadishubkominfo setempat, Manawari S.Sos, mengakui sudah mengetahui adanya kasus ini sebelum ditangani pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, kemudian diekspose dalam sebuah pemberitaan di media massa.

Sebelumnya, Agustus 2013 lalu, Ia telah melakukan pencermatan terhadap pembayaran Retribusi Menara Telkomunikasi yang seharusnya sudah disetorkan ke kas daerah. Hasil pencermatannya, ternyata retribusinya masih kosong. Berawal dari proses itulah, Ia langsung menanyakannya namun oknum yang diduga terlibat enggan mengakui soal retribusi yang belum disetor. “Saya sudah panggil oknum pegawai tersebut tiga kali dan tidak mau mengakui soal penyetoran itu. Tapi setelah didesak melakukan print out di Bank Muamalat akhirnya ketahuan kalau masih kosong/nihil. Artinya memang benar retribusi itu belum dibayarkan,” ujarnya.

Akhirnya pegawai bersangkutan diminta untuk membuat pernyataan tertulis dalam bentuk Surat Kesanggupan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM), yang menyatakan kesanggupannya untuk melakukan pengembalian uang sebesar Rp 223.290.241 pada Agustus mendatang.

Namun pihaknya dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang penyidik dari Kejaksaan Negeri Sumbawa yang menanyakan soal dugaan korupsi retribusi menara telekomunikasi. “Bagimana saya tidak heran, sebelumnya kasus ini saya rahasiakan karena oknum pegawai ini sudah ada kesanggupan untuk mengembalikan. Terlepas dari siapapun yang mengadukan kasus ini ke Kejari Sumbawa, ke depan masalah ini akan menjadi efek jera bagi yang lainnya,” kata Manawari.

Baca Juga  Malam Perpisahan di Hotel, Dua Sejoli Diangkut Polisi

Untuk diketahui, pada Tahun 2013 lalu, retribusi menara telekomunikasi ditargetkan sebesar Rp 200 juta. Namun setelah dicek jumlahnya masih kosong bahkan pihaknya sempat menanyakan soal ini sampai ke perusahaan pemasang dan ternyata mereka mengaku telah menyetorkannya. “Saya melakukan pengecekan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan di SKPD. Saya pun tidak ingin jika dikait-kaitkan terlibat dengan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan,” tukasnya. (*)

iklan bapenda