PT Trakindo Tidak Akan PHK Karyawan

oleh -11 views
bankntb

Sumbawa Barat, SR (03/07)

Kabid Hubungan Industrial Disosnakertrans KSB, Drs Zainuddin M.Si, mengatakan pihaknya telah menerima laporan pidana PK SBSI PT Trakindo Utama–Batu Hijau, tentang beberapa indikasi pelanggaran yang diduga dilakukan oleh management perusahaan.

amdal

Soal kekhawatiran PK SBSI PT Trakindo Utama–Batu Hijau yang menilai perusahaan hendak menghilangkan Serikat menurutnya, itu hanya miss komunikasi. Sebenarnya bukan menghilangkan melainkan atas perintah dari Dinas Sosnakertrans KSB, yang meminta kepada manajemen untuk melakukan pendataan ulang terhadap keberadaan Serikat Pekerja. “Jadi saya minta tolong jangan disalahterjemahkan,” ujarnya.

Mengenai kekhawatiran karyawan akan adanya PHK, pihaknya kembali mempertegas bahwa hal itu tidak benar. Management perusahaan tersebut akan menempuh beberapa alternatif antara lain dengan merumahkan dan mentransfer karyawan. Sistem ini diberlakukan karena kondisi PT NNT seperti sekarang ini.  “Kami nilai perusahaan sudah cukup bijaksana. Dan kami sudah memanggil management PT Trakindo Utama beberapa waktu lalu,” akunya.

Diakuinya, dampak krisis PTNNT dirasakan oleh subkon tersebut namun mereka masih mempertimbangkan sisi kemanusiaannya dengan menempuh alternatif merumahkan karyawan dan transfer karyawan. Artinya kalau karyawan tidak mau ditransfer ke wilayah yang membutuhkan suplay tenaga seperti ke Jawa, Batam, Sumatera, dan Kalimantan, memungkinkan karyawan tersebut dirumahkan, sebagaimana yang tertuang dalam Perjanjian Bersama (PB) yang akan berlangsung selama beberapa semester.

Lebih lanjut Ude—sapaan akrabnya, menilai management PT Trakindo Utama sudah ada itikad baik, sehingga diminta kepada karyawan untuk tidak menanggapi semua informasi yang belum jelas kebenarannya, sebaliknya bisa ditanyakan langsung ke Dinas Sosnakertrans.

Baca Juga  Pengembangan Industri Manufaktur Berbasis Mineral Logam Dukung Program Hilirisasi Mineral Tambang

Informasi yang diperoleh dari 500 lebih karyawan, yang disisakan untuk tetap bekerja sekitar 150–170 karyawan, kurang lebih 300 orang karyawan yang dirumahkan. Sesuai ketentuan PB meski karyawan dirumahkan, gaji dan tunjangan tetap diberikan. “Sebelum melakukan kebijakan itu semua, rupanya management perusahaan telah memperhitungkan jumlah gaji dan tunjangan yang harus dibayarkan kepada karyawan selama masa dirumahkan berlangsung,” pungkasnya. (*)

 

iklan bapenda