Penjualan Scrap Newmont Belum Dilakukan

oleh -0 views
Gensupv Komunikasi Site PTNNT, Ruslan Ahmad
bankntb

Ruslan Ahmad: Tidak Benar Ada Surat Newmont

Sumbawa Besar, SR (03/07)

amdal
H Ruslan Ahmad, General Supervisor Komunikasi PTNNT
H Ruslan Ahmad, General Supervisor Komunikasi PTNNT

Munculnya pemberitaan jual beli scrap (limbah) PT Newmont Nusa Tenggara yang memicu polemik, membuat manajemen PTNNT angkat bicara.

Melalui H Ruslan Ahmad–General Supervisor Komunikasi PTNNT, manajemen Newmont menyatakan surat yang beredar tidak benar dan bukan berasal dari perusahaan. Untuk diketahui ungkap Haji Ruslan—akrab Ia dsapa, penjualan scrap belum dilakukan oleh perusahaan, bahkan belum ada jadwal untuk melakukan penjualan scrap tersebut. Jika sudah ditentukan akan ada penjualan scrap, maka akan dilakukan proses sesuai dengan prosedur yang ada, yaitu melalui departemen SCM. Terkait dengan pemberitaan tersebut, saat ini perusahaan tengah melakukan investigasi internal.

Seperti diberitakan, sejumlah petinggi PTNNT diduga kuat terlibat dalam isu skandal penjualan scrap kepada salahsatu perusahaan local yakni PT Janur Panca Putri, tanpa proses tender. Modusnya, salah seorang pejabat perusahaan, Kris Sukardi, General Supervisor Newmont dengan Id-Card NB 3775 mengeluarkan surat resmi berkop Newmont yang isinya menunjuk PT Janur Panca Putri sebagai pemenang pembeli sedikitnya 7.500 ton pipa HDPE dan 8000 ton karet Konveyor. Surat bernomor WW/02/BH21142er, dikeluarkan tertanggal 28 Maret 2014 yang ditandatangan Kris Kardi dan stempel Newmont. Surat itu dibuat diakui Kris Sukardi, karena persetujuan H Syarafuddin Jarot dan Rahmat Makasau.

Namun Manager External Newmont, H Syarifuddin Djarot membantah keras keterlibatannya dalam skandal bisnis jual beli limbah scrap ini. Menurut  Jarot, tidak pernah ada surat dari management Newmont yang menunjuk pemenang pembelian limbah tanpa tender. Ia juga membantah persetujuan perihal pembelian pipa itu oleh Rahmat Makasau, sebagai Senior Manager External Newmont. ‘’Tidak ada surat Newmont menunjuk pemenang pipa itu. Itu tidak dibuat management Newmont, tapi dibuat pribadi orang lain. Masalah pembayaran uang muka itu tidak ada kaitannya dengan Newmont. Itu urusan pribadi Kris Sukardi. Dan Kris telah saya tanya dan mengaku tidak pernah membuat surat seperti itu atau menandatangani kwitansi itu,’’ bantah H Jarot. Menurutnya, masalah tender scrap harus melalui prosedur yang benar atau proses lelang yang terbuka. Yang ia ketahui, Kris Kardi hanya melakukan pinjaman secara pribadi dengan M Saleh, tanpa ada embel-embel scrap Newmont. ‘’Pokoknya semua ini tidak terkait dengan Newmont dan Pak Rahmat Makasau,’’ tegasnya.

Baca Juga  Tanpa Mengabaikan Kualitas, PUPR Sumbawa Percepat Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Hal senada dikatakan Senior Manager Eksternal Relation NNT, Rahmat Makasau. Ia menyatakan tidak ada penjualan scrap saat ini, jika nantinya ada maka akan dilelang sesuai prosedur. “Prosedur lelang jelas dan hanya dilakukan oleh departemen SCM, saya tidak bisa intervensi itu,” jelas Rahmat Makasau. (*)

iklan bapenda