Geng Pencuri Ternak Masih ‘Terkepung’

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Barat, SR (01/07)

Ratusan warga gabungan empat dusun di Kecamatan Poto Tano yakni Sepakek, Tua Nanga, Kuang Buser dan Reban, tengah bersiaga dan melakukan patroli malam.

amdal

Hal ini dilakukan karena diperkirakan masih ada sekitar 7 geng pencuri ternak yang masih tercecer dan bersembunyi di daratan Poto Tano akibat dikepung warga. Sejumlah anggota geng ini mencoba mencari jalan untuk bisa kembali bersama rekan sesama gengnya yang masih hilir mudik di perairan dekat pesisir Sepakek. Warga dan pasukan gabungan polisi dan brimob ini sangat jelas mendengar deru mesin kapal jenis speedboat dari tengah laut disertai cahaya senter. Speedboat itu enggan merapat ke daratan hanya berputar-putar di tengah laut, seakan memberi isyarat kepada rekannya yang tercecer di daratan. “Kami terus mengawasi kapal itu. kami yakin kapal itu datang untuk menjemput rekannya yang tertinggal,” kata Kepala Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Sudirman yang ditemui, Senin (30/06).

Hingga kini diakui Sudirman, warga masih melakukan penyisiran memeriksa semak belukar, termasuk tempat-tempat yang dicurigai. “Warga terus melakukan pengamanan setiap malam di sepanjang pesisir pantai sejak pukul 21.00 Wita sampai menjelang subuh,” katanya. Dalam penyisiran, warga KSB dibantu warga dari Kecamatan Buer dan Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa.

Sudirman meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah dapat membangun Pos Pengamanan dengan menugaskan aparat kepolisian bersenjata lengkap, termasuk bantuan senter besar untuk melakukan pengamanan dan penyisiran. “Para geng pencuri ternak itu dalam melakukan aksinya menggunakan isyarat di laut dan di darat. Kalau sedikit saja kita lengah, mungkin warga sudah habis diserang, yang sangat kami khawatirkan saat ini adalah jikalau geng itu kembali melakukan serangan balasan dengan membakar desa,” ujarnya.

Baca Juga  Demo di Tengah Wabah Corona, Empat Korlap Aksi Diperiksa Polisi

Dituturkan Sudirman, akumulasi gerakan massa dengan membantai dua pelaku tersebut berawal ketika Sabtu (28/6) dinihari warga mendengar informasi Abdullah (35) Ketua RT 05 Dusun Kuang Buser ditembak tepat mengenai dada sebelah kanan.

Sebelumnya korban sempat mengejar hendak merapat menangkap salah satu pelaku. Semula pelaku ingin menghindar secara perlahan menekan pelatuk senpi rakitan sebanyak tiga kali namun tidak ada peluru yang keluar. Tepat pada tembakan keempat kalinya, senjata itu meletus membuat Abdullah tersungkur. “Saat itu Abdullah sempat teriak kejar terus pelaku tidak usah pedulikan saya,” kata Sudirman meniru kata-kata terakhir Abdullah.

Warga lain terus mengejar pelaku yang dibantu aparat kepolisian bersenjata lengkap.  Pelaku sempat menyerah dengan mengangkat kedua tangan. Karena mendengar Abdulah telah meninggal dunia akibat tertembak pelaku, warga langsung mengamuk membantai salah satu pelaku tersebut. Demikian satu pelaku lainnya yang berada ditangkap di lokasi berbeda dibuat bernasib sama. (*)

iklan bapenda