HMI Desak Pemda Hentikan Aktivitas Cafe

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (27/06)

Rachman Ansori M.SE, Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa
Rachman Ansori M.SE, Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa mendesak Pemda Sumbawa untuk menghentikan aktivitas hiburan malam. Desakan ini merupakan salah satu tuntutan mereka dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kantor Bupati Sumbawa, Kamis (26/6).

amdal

Selain itu dalam aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian Polres Sumbawa ini, meminta Satpol PP untuk menggiatkan operasi penertiban terhadap semua kegiatan yang mengganggu masyarakat yang menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan. Seperti petasan, pedagang yang menjual makanan di siang hari, dan menggelar operasi pasar untuk mengidentifikasi atau mengamankan makanan dan minuman kadaluarsa. “Ini harus ditertibkan agar kesucian Bulan Ramadhan terjaga, dan umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dapat khusyu dan tawaddu,” ucap Wahyu yang bertindak sebagai Koordinator Aksi.

Kabag Humas Setda Sumbawa, Rachman Ansori didampingi Kasat Pol PP Sumbawa, Edy Retno Sanjaya saat menerima massa menyatakan bahwa pemda sudah melaksanakan apa yang menjadi tuntutan massa. Seperti mengeluarkan himbauan kepada masyarakat, pemilik toko, pemilik warung dan tempat hiburan untuk menghormati bulan ramadhan. Petugas Satpol PP juga sudah melakukan patroli dan inspeksi setiap malam.

“Sejak seminggu lalu kami gencar melakukan operasi penyakit masyarakat dengan sasaran sejumlah hotel dan kos-kosan. Demikian di Sampar Maras tempat keberadaan puluhan café sudah ditertibkan melalui operasi gabungan,” jelas Edy Retno Sanjaya.

Baca Juga  Wujudkan Pilkada Aman, Bawaslu Sumbawa Lalo Jango Partai  
Edy Retno Sanjaya, kasat Pol PP Sumbawa
Edy Retno Sanjaya, kasat Pol PP Sumbawa

Mengenai penertiban petasan, tambah Edy, pihaknya akan memanggil distributor petasan. Dalam ramadhan ini, minimal lima personil Pol PP akan ditempatkan di setiap masjid untuk melakukan pengamanan. “Kami memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menggelar aksi sebagai sarana bertukar pikiran, sehingga dapat menjadi pemecut bagi Pemda untuk intensif melakukan penertiban,” demikian Kasat Pol PP ramah ini. (*)

iklan bapenda