Pengamanan Pilpres di Sumbawa Dipantau

oleh -16 views
bankntb

450 Personil Polda NTB Siap Back-up Polres 

Sumbawa Besar, SR (21/06)

Kombes Pol Drs H Moch Yasin, Karo Ops Polda NTB
Kombes Pol Drs H Moch Yasin, Karo Ops Polda NTB

Tim Polda NTB melakukan pemantauan persiapan pengamanan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 di seluruh wilayah hukum Polres dan Polresta di Nusa Tenggara Barat. Jumat (20/6) tim yang dipimpin Kepala Biro Operasional (Karo Ops), Komisaris Besar (Kombes) Pol Drs H M Yasin,  mengunjungi Polres Sumbawa. Kedatangan tim tersebut disambut Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM, beserta jajarannya.

Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Drs M Yasin didampingi Dir Binmas Kombes Pol Suwarto SH MH yang dicegat Jumat (20/6), mengakui kunjungannya sekaligus untuk melihat persiapan jajarannya di tingkat Polres dan Polresta dalam pengamanan pelaksanaan Pilpres. Selain itu kunjungan ini juga untuk memastikan berapa jumlah anggota Polda yang akan BKO-kan untuk memback-up pengamanan Pilpres di wilayah kabupaten/kota se NTB. “Kami akan menerjukan sekitar 450 personil untuk memback-up pengamanan di wilayah kabupaten/kota yang pembagiannya tergantung kondisi wilayah setempat. Kondisi wilayah ini yang lebih mengetahuinya adalah Kapolres. Karena itu sebelum pengamanan kami memberikan masukan,” sebut Yasin—akrab mantan Kapolres Sumbawa ini disapa.

Dalam pengamanan nanti, lanjut Yasin, akan diterapkan pola per TPS dengan melihat tingkat kerawanannya yakni rawan satu dan rawan dua. Jika dikategorikan aman, maka satu anggota akan melakukan pengamanan lebih dari dua TPS. Dan apabila dikategorikan rawan I, maka per TPS akan dijaga oleh satu orang personel, serta rawan II dijaga oleh dua anggota atau lebih untuk satu TPS.

Baca Juga  Hambat Penyebaran Corona, Satpol PP KSB Tutup Tempat Hiburan Malam

Di bagian lain, perwira dengan tiga melati di pundak ini menilai Pilpres akan berjalan lebih lancar daripada pemilu legislatif lalu. Karena kurangnya keterikatan emosional warga dengan masing-masing calon. Sementara pada pemilu legislatif lalu antara caleg dan pendukungnya berasal dari satu daerah yang memiliki hubungan emosional yang kuat sehingga gesekannya sangat terasa.

Karena itu pola pengamanan pemilu presiden ini memiliki perbedaan dengan pengamanan pemilu legislatif. Pada pemilu legislatif, TPS di seluruh NTB sebanyak 12.020 yang tidak sebanding dengan jumlah anggota yang ada. Anggota Polda NTB saat itu hanya berjumlah sekitar 9.118 orang, tapi yang diterjunkan melakukan pengamanan hanya 7000-an karena dikurangi personel Brimob dan Dalmas yang memang tidak melakukan pengamanan di TPS. Satuan Brimob dan Dalmas standby di markas yang akan bergerak ketika terjadi peristiwa yang dianggap rawan. “Dengan jumlah personil yang minim saat itu kami cukup kewalahan,” akunya.

Tapi sekarang (Pilpres) dengan adanya pengurangan jumlah TPS yakni berjumlah 8.552, akan lebih ringan dalam melakukan pengawasan.

Sejauh ini Ia mengaku belum melihat adanya gangguan yang terjadi di Sumbawa. Dalam waktu beberapa hari ini belum ada Capres atau Cawapres yang datang berkunjung, mereka hanya baru berkunjung di Pulau Lombok.

Diharapkan dengan kesiapan dan ploting personil yang jelas, Ia optimis pemilu presiden akan berjalan dengan aman dan lancar. (*)

iklan bapenda