Pegawai Sekretariat KPU Dibintek

oleh -4 views

Sumbawa Besar, SR (21/06)

Syukri Rahmat, S.Ag-Ketua KPU Sumbawa
Syukri Rahmat, S.Ag-Ketua KPU Sumbawa

Selama ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa menggelar bintek bagi PPK dan PPS terkait dengan pelaksanaan pemilu. Namun kali ini sedikit berbeda, karena yang dibintek adalah segenap pegawai secretariat KPU. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja kelembagaan. Rencananya Bintek yang dipusatkan di Hotel Transit Sumbawa ini akan berlangsung selama 3 hari, 20 hingga 22 Juni 2014.

Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag, mengakui kegiatan Bintek terhadap pegawai KPU ini adalah yang pertamakali dilaksanakan, dan berharap seluruh anggota KPU dan pegawai sekretariatnya memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan pemilu.

Materi yang disampaikan dalam bintek tersebut ungkap Syukri, antara lain seputar  pengetahuan umum tentang pemilu, Pilpres, jadwal dan tahapan Pilpres, penyusunan daftar pilpres, dan pemungutan penghitungan suara di TPS pada Pilpres. Materi lainnya adalah

studi kasus tentang pemungutan dan perhitungan suara, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan simulasi pengisian formulir rekapitulasi, serta manajemen pengelolaan logistik pemilu.

Dengan memahami materi yang diterima dalam bintek, lanjut Syukri, akan memudahkan pegawai KPU untuk menjawab setiap pertanyaan masyarakat. “Ketika ada masyarakat yang bertanya tentang Pemilu, mereka dapat memberikan penjelasan awal sebelum dijelaskan oleh anggota KPU,” kata Syukri.

Selama ini ada asumsi yang berkembang di masyarakat bahwa setiap orang yang bekerja di KPU mesti memahami masalah pemilu. Karenanya KPU Sumbawa memberikan bimbingan kepada seluruh pegawai KPU sebagai salah upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Baca Juga  GOW KSB Hadir untuk Masyarakat

“Kami ingin teman-teman yang ada di KPU ini memahami betul tentang pemilu, terutama menyangkut hal-hal teknis terkait dengan penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.

Selain menyampaikan materi tentang teknis pemilu, sambung Syukri, KPU juga akan melakukan pembinaan terkait dengan integritas dan independensi.

Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa dari pemilu ke pemilu, KPU kerap dihadapkan dengan beberapa persoalan di lapangan baik yang bersifat tekhnis maupun nontekhnis. Karenanya kepada seluruh penyelenggara pemilu dan pegawai KPU diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif akan tugas-tugas kepemiluan.

Tugas pemilu ini bukan sesuatu yang mudah melainkan cukup berat. Sebab di tangan penyelenggara, proses yang menentukan siapa wakil rakyat yang akan duduk di parlemen serta lahirnya pemimpin eksekutif, termasuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014.

Ke depan pemilu yang dihasilkan, tidak hanya pemilu damai dan jurdil, tapi pemilu yang berkualitas. (Gac)

dukacita dukacita bankntb