Cegah Rabies, Ratusan Anjing Liar Diracun

oleh -7 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (19/06)

rabiesDinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa terus berupaya untuk mencegah terjadinya kasus Rabies di Kabupaten Sumbawa. Salah satu upaya adalah melakukan kegiatan eliminasi terhadap anjing-anjing liar. Kabid Kesehatan Hewan setempat, Drh Edi Putra Darma menyebutkan, eliminasi anjing liar salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kasus Rabies di daerah ini. Pasalnya hewan liar itu termasuk salah satu Hewan Penular Rabies (HPR) dengan cara menggigit manusia atau hewan lainnya. “Untuk mencegahnya harus dilakukan eliminasi atau pemusnahan anjing liar,” tegasnya.

Menurut Edi, dalam 2 tahun terakhir ini telah dilakukan kegiatan tersebut di antaranya di wilayah Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Moyo Hulu, dan Kecamatan Alas, serta belum lama ini di Kecamatan Lape dan Lopok.

Untuk mengeliminasi anjing liar, dilakukan dengan cara memberikan racun jenis Strichnin yang dicampurkan dalam makanan atau umpan. Racun ini tergolong racun syaraf kelas satu, yang dapat membunuh anjing kurang dari 5 menit. “Kami sudah berhasil membunuh ratusan anjing dengan racun ini,” jelasnya.

Putra Darma yang didampingi petugas Laboratorium Tipe C DPKH Sumbawa, Drh Wahyu Bawono, juga menjelaskan ciri-ciri anjing yang mati apabila memakan umpan yang sudah dicampuri dengan racun Strichnin. Di antaranya, anjing mengalami kejang-kejang, lalu sempoyongan akhirnya mati.

Selanjutnya sampel otak dari anjing yang berhasil dibunuh ini dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Tipe B Provinsi dan BBVET Denpasar guna memastikan ada kandungan virus rabies atau tidak.

Baca Juga  Usulan RSMA Jadi RS Kabupaten Segera Dijawab Pemprov

Untuk diketahui, sejauh ini Sumbawa bebas dari penyakit Rabies, sehingga daerah ini diberikan predikat Bebas Rabies baik bebas kasus maupun bebas secara histori. Predikat ini ungkapnya, akan tetap dipertahankan salah satunya dengan melakukan eliminasi anjing liar sebagai hewan penular Rabies.

Kegiatan eliminasi Tahun 2014 ini, selain diprogram oleh DPKH Sumbawa, juga dilakukan Seksi Pencegahan dan Pemberantas Penyakit Hewan (P3H) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB terutama dalam pemberian bantuan racun Strichnin.

Selain eliminasi, ada juga pencegahan lainnya yakni dengan melakukan pemeriksaan terhadap anjing yang masuk dari daerah lain. “Apabila ada anjing dari luar daerah NTB, biasanya disertai dengan surat keterangan bebas Rabies dari dokter hewan setempat,” demikian Edi Putra Darma. (*)

iklan bapenda