Tiga Mahasiswa Biotech UTS Juara Pidato Kependudukan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/6)

Perbendaharaan prestasi yang diukir mahasiswa Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) terus bertambah. Hal ini setelah tiga mahasiswa Fakultas Biotechnology berhasil menjuarai Lomba Pidato Kependudukan BKKBN Tingkat Propinsi NTB yang digelar di Gedung STIKES Yarsi, Mataram, Senin (16/6) kemarin. Adalah Rian Adha Adinata meraih juara 2 Lomba Pidato Kependudukan untuk kategori dewasa muda (usia 19-24 tahun). Dalam pidatonya bertemakan “Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi” Rian memaparkan bahwa ledakan penduduk dari tahun ke tahun mempengaruhi kesejahteraan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Hal ini ditandai dengan banyaknya pengangguran dan meningkatnya angka kriminalitas. Karenanya program KB dapat menjadi solusi dan konstribusi yang besar untuk menekan laju ledakan penduduk yang tinggi.

Sebelumnya dua mahasiswa UTS lainnya juga berlaga di Lomba Essay Kependudukan tingkat Propinsi, Mei lalu. Dalam lomba itu, Adelia Elviantari meraih juara 1 kategori remaja dan Yunianti juara 3 di kategori dewasa.

Adel sapaan akrab Adelia Elviantari mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya tersebut. “Saya tidak menyangka keluar sebagai juara di lomba essay BKKBN ini, karena ini adalah tulisan pertama saya,” kata Adel merendah.

Dalam essay-nya, mahasiswi cantik jurusan Bioteknologi ini memilih tema “Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi”. Ia memandang bahwa masalah kependudukan di Indonesia sangat memperihatinkan dan ditambah lagi dengan sumber daya manusia yang belum semuanya dikatakan baik. Kareannya sangat perlu untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga  9 Siswi SMAN 1 Plampang Keracunan

Sementara Yunianti juga mengaku tak mengira masuk tiga besar. Dalam essaynya, dia memaparkan tentang Indonesia yang merupakan negara kaya akan SDA dan menyimpan sejuta pesona keindahan alamnya. Namun melonjaknya angka pertumbuhan penduduk dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam. Un—sapaan singkat dara manis ini, menilai pertumbuhan penduduk yang begitu cepat dan tak terkendalikan secara tidak langsung membutuhkan lingkungan yang luas untuk dijadikan sebagai tempat tinggal, sehingga terjadilah pembukaan lahan hijau. Oleh sebab itu, ia berargumen bahwa perkembangan penduduk di Indonesia harus ditekan dengan mengadopsi budaya di China, yaitu pasangan yang memiliki anak lebih dari dua wajib hukumnya dikenai denda. Alasan inilah yang membuat essay mengenai upaya dalam menekan angka pertumbuhan penduduk yang berdampak pada keseimbangan lingkungan dan kelestarian alam Indonesia, terpilih dan menjadi terbaik ketiga.

Awalnya Yunianti tidak bermimpi akan menjadi juara. “Yang terpenting telah ikut berpartisipasi dan berusaha sebaik mungkin. Itu sudah cukup bagi saya,” ucapnya. (*)

iklan bapenda