Mobil Dijebol, Puluhan Juta Digondol

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/6)

Kasus pencurian uang di dalam mobil dengan cara memecahkan kaca di wilayah hukum Polres Sumbawa, kembali terulang. Sebelumnya menimpa Mawardi (40) dan Ikir (38)—keduanya pengusaha jagung asal Lombok Tengah, yang harus kehilangan uang Rp 304 juta. Kali ini nasib serupa dialami Burhanuddin (35) pengusaha ternak yang tinggal di Desa Badas, Kecamatan Badas, Sumbawa. Pengusaha tersebut kehilangan uang Rp 55 juta yang disimpan di bawah jok dalam mobil Xenia EA 1530 A, Selasa (17/6) sekitar pukul 14.15 Wita. Saat kejadian, mobil tersebut diparkir di halaman parker Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa.

amdal

Informasi yang diperoleh di lapangan, sebelum kejadian korban bersama dua rekannya, Iksan dan Doni, mengambil uang Rp 60 juta di Bank BNI Cabang Sumbawa. Selanjutnya mereka menuju ke Kantor Dinas Peternakan Sumbawa untuk mengurus ijin pengiriman ternak. Setibanya di kantor ini, korban memarkir mobilnya dan ketiganya masuk ke dalam. Namun sebelumnya korban mengambil Rp 5 juta dan selebihnya Rp 55 juta yang berada di dalam tas kresek hitam disimpan dan ditinggalkan di bawah jok bagian depan. Cukup lama korban mengurus keperluannya dan beberapa kali bolak-balik Kantor Dinas Peternakan dan Kantor PEPEHANI Sumbawa. Jarak antara kantor peternakan dan PEPEHANI sangat dekat dan ditempuh dengan berjalan kaki. Korban baru sadar ketika hendak membuka pintu mobilnya menggunakan remote. Ternyata kaca depan sebelah kiri hancur. Saat dicek lebih jauh, uang Rp 55 juta tersebut telah raib. Korban langsung panik, dan langsung mendatangi Polres Sumbawa untuk melaporkannya secara resmi. Polisi yang mendapat informasi ini meluncur ke TKP. Selain itu meminta keterangan korban beserta dua rekannya sebagai saksi.

Baca Juga  Satu Terduga Perampok Diringkus Polisi

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Erwan Yudha Perkasa SH, tadi malam, mengakui adanya laporan tersebut dan saat ini dalam penyelidikan intensif. (*)

iklan bapenda